Berita Mojokerto

Tunggu Jemputan Jadi Alasan Siswi SMAN 1 Gondang Mojokerto Terlambat Hingga Dihukum Skot Jump

Siswi SMAN 1 Gondang Mojokerto cedera dan terancam lumpuh akibat hukuman skot jump. Hukuman diberi karena dia terlambat lantaran menanti jemputan

Tunggu Jemputan Jadi Alasan Siswi SMAN 1 Gondang Mojokerto Terlambat Hingga Dihukum Skot Jump
surya/mohammad romadoni
Siswi SMAN 1 Gondang yang lumpuh usai jalani hukuman squat jump dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Terancam lumpuhnya seorang siswi SMAN 1 Gondang, Kabupaten Mojokerto, karena hukuman skot jump, menjadi topik perbincangan yang hangat dibicarakan oleh para guru dan siswa di sekolah tersebut. 

Informasi yang beredar, siswi bernama Hanum tersebut dihukum skot jump karena terlambat tiba di acara pelatihan ekstrakurikuler Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI). Dia terlambat lantaran menunggu jemputan temannya. 

Hal ini disampaikan salah satu anggota aktif UKKI SMAN 1 Gondang yang oleh Surya dirahasiakan identitasnya. 

Dia menjelaskan bahwa Hanum sebenarnyat terbilang jarang sekali datang terlambat.

Jika terlambat datang ke tempat latihan, pasti ada halangannya.

"Dia (Hanum) tidak membawa motor sudah janjian akan dijemput temannya," ujarnya, Jumat (20/7/2018).

Menurut dia, Hanum yang anak bungsu dari dua bersaudara ini dijemput temannya berinisial SR (16).

Saat itu, sekitar pukul 08.00 WIB Hanum dijemput di Pondok Pesantren Al-Ghoits, Dusun Ketegan, Desa Gondang, Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto.

"Kegiatannya UKKI pagi sekitar pukul 07.00 WIB," ungkapnya.

Dia mengatakan, karena datang terlambat maka Hanum dan SR diberi hukuman skot jump. Hukuman ini sudah disepakati di grup WhatsApp dan sudah mendapat persetujuan dari senior UKKI Angkatan 23 yang tak lain adalah kakak-kakak tingkat Hanum. 

Ia tidak mengetahui pasti berapa jumlah hukuman skot jump tersebut.

"Iya memang mbak Hanum diberi hukuman skot jump gak tahu berapa kali," imbuhnya.

Baca: Siswi SMAN 1 Gondang Terancam Lumpuh Usai Dihukum Skot Jump. Ini Fakta di Baliknya

Ditambahkannya, latihan ini dilakukan sebagai ajang promosi Eskul UKKI ke adik tingkat saat bersamaan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Adapun latihannya meliputi Banjari atau Rebana dan menyanyi yel-yel.

"Saya tahunya setelah ada yang menjalani hukuman skot jump, dan semuanya anggota juga tahu itu," pungkasnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved