Pileg 2019

Tak Daftarkan Bacaleg, Sejumlah Parpol Jatim Tak Ikut Pileg 2019. Parpol Ini Paling Banyak Absen

Di Jatim, ada empat parpol yang sama sekali tak mencalonkan satu bacaleg untuk Pileg 2019

Tak Daftarkan Bacaleg, Sejumlah Parpol Jatim Tak Ikut Pileg 2019. Parpol Ini Paling Banyak Absen
surya/bobby constantine koloway
Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) PKPI Jawa Timur, Irjen Pol (Purn) Hadiatmoko (kanan), menyerahkan berkas bacaleg partainya ke Komisioner KPU Jatim, M Arbayanto, Selasa (17/7/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Beberapa partai politik (parpol) tak mendaftarkan Bakal Calon Legislatif (bacaleg) di sejumlah daerah untuk perhelatan Pileg 2019. Di Jatim sendiri, ada empat parpol yang sama sekali tak mencalonkan satu bacaleg di untuk beberapa kota maupun kabupaten.

Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) menjadi partai yang paling banyak abstain mendaftarkan bacaleg untuk Pileg 2019 di beberapa daerah. Total, partai bernomor urut 20 ini tak mendaftarka bacaleg di 13 kabupaten/kota se-Jatim.

Kemudian, disusul Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda) yang abstain di delapan daerah. Serta Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo) yang masing-masing abstain di satu kabupaten/kota.

Dari keempat partai ini, tiga di antaranya merupakan partai yang baru kali pertama mengikuti gelaran pemilu. Hanya PKPI saja yang telah menjadi peserta pemilu, yakni pemilu 1999, 2004, 2009, dan 2014.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) PKPI Jatim, Arifudinsyah mengatakan bahwa masalah ini disebabkan dua alasan.

Pertama, pengurus di daerah kesulitan untuk merekrut bacaleg perempuan.

"Sehingga tidak bisa memenuhi regulasi minimal 30 persen caleg perempuan," kata Arif kepada Surya.co.id, Rabu (18/7/2018).

Kedua, pihaknya juga merasa kesulitan mengunggah data calon melalui program Sistem Informasi Pencalonan (Silon) milik KPU.

"Penggunaan silon ini juga merupakan masa masa transisi," kata bacaleg dari dapil Surabaya ini.

Kendati demikian, pihaknya tak sepenuhnya menyalahkan sistem. Pihaknya mengakui kinerja pengurus di sejumlah daerah yang kurang optimal.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help