Berita Mojokerto

Siswi SMAN 1 Gondang Terancam Lumpuh Usai Dihukum Squat Jump, Hari Ini Jalani CT Scan

Rencananya akan diperiksa MRI di RSUD Dr Soetomo Surabaya. Namun karena mahal, pihaknya membatalkan.

Siswi SMAN 1 Gondang Terancam Lumpuh Usai Dihukum Squat Jump, Hari Ini Jalani CT Scan
surya/mohammad romadoni
Hanum saat berada di dalam mobil ambulans Puskesmas Gondang menuju ke RSUD Prof Dr Soekandar, Jumat (20/7/2018) 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Siswi kelas XI SMAN 1 Gondang, Kabupaten Mojokerto, yang terancam lumpuh setelah mendapat hukuman squat jump, Hanum Dwi Aprilia, menjalani pemeriksaan CT Scan di RSUD Prof Dr Soekandar Mojosari. Pemeriksaan CT scan terhadap korban untuk mengetahui secara medis gangguan syaraf pada tulang belakang gerakan squat jump yang dilakukan puluhan kali.

Hanum diantar keluarga bersama pengurus pondok pesantren (ponpes) dari kamar perawatan pengobatan tradisional Sangkal Putung Umi-Abi di Dusun Jarum, Desa Pandanarum, Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto.

Dia merupakan santriwati di Ponpes Al-Ghoits di Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto. Tadinya, Hanum akan dibawa ke RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto. Namun karena permintaan dari pihak Kepada Polres Mojokerto meminta korban menjalani pemeriksaan CT Scan di RSUD Prof Dr Soekandar.

Baca: Siswi SMAN 1 Gondang Mojokerto Terancam Lumpuh Setelah Dihukum Skot Jump Puluhan Kali

Pengasuh Ponpes Al-Ghoits, M Rofiq Afandi, mengatakan pemeriksaan CT Scan ini untuk mengetahui syaraf yang bermasalah.

"Kami masih menunggu dokter untuk CT Scan," ujarnya kepada wartawan, Jumat (20/7/2018).

Rencananya, korban akan diperiksa MRI di RSUD Dr Soetomo Surabaya. Namun karena biayanya cukup mahal, yakni Rp 5 juta, pihaknya membatalkan.

Hanum mempunyai BPJS Kesehatan, tetapi harus dirawat dan mengantre dua hari.

"Kami tidak ada biayanya, Hanum punya BPJS ini mau CT Scan," ungkapnya.

Rencananya, setelah dilakukan CT Scan Hanum akan tetap menjalani perawatan di pengobatan alternatif Sangkal Putung Umi-Abi, Desa Pandanarum Kecamatan Pacet.

Namun, sesuai permintaan dari kepolisian meminta agar Hanum tetap dirawat di rumah sakit secara medis bukan ke pengobatan alternatif Sangkal putung.

Sebelumnya, Hanum menjalani hukuman ratusan kali squat jump lantaran terlambat menghadiri latihan kegiatan ekstrakurikuler Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) di SMAN 1 Gondang, Mojokerto.

Sebenarnya, dia selesai menjalani hukuman 60 kali squat jump. Namun, karena menanggung hukuman temannya juga, ia harus melakukan squat jump sebanyak 120 kali.

Hanum hanya sanggup melakukan 90 lompatan.

Ia baru merasakan nyeri hingga puncaknya tidak bisa berjalan lima hari pasca kejadian itu pada Jumat (12/7/2018)

Hanum dibawa ke pengobatan Sangkal Putung Umi-Abi oleh pihak ponpes untuk mendapat perawatan.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved