Berita Mojokerto

Siswi SMAN 1 Gondang Terancam Lumpuh Usai Dihukum Skot Jump. Ini Fakta di Baliknya

Seorang siswi SMAN 1 Gondang Mojokerto membeberkan fakta di balik hukuman skot jump yang menyebabkan Hanum, siswi kelas XI terancam lumpuh.

Siswi SMAN 1 Gondang Terancam Lumpuh Usai Dihukum Skot Jump. Ini Fakta di Baliknya
surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni
Siswi SMAN 1 Gondang Kabupaten Mojokerto yang terbaring lemas karena cedera setelah mendapat hukuman skot jump puluhan kali. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Hukuman fisik skot jump yang disinyalir menjadi penyebab seorang siswi SMAN 1 Gondang, Kabupaten Mojokerto, terancam lumpuh, dianggap telah melenceng dari jenis hukuman yang telah lama disepakati di ekskul Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI). 

Sebelumnya, Hanum, sapaan akrab siswi itu terancam lumpuh setelah diberi hukuman fisik sebanyak 95 skot Jump karena terlambat datang ketika kegiatan pelatihan UKKI.

Korban menderita cedera parah pada syaraf tulang belakang bahkan hingga saat ini masih belum berjalan.

Berdasarkan penelusuran Surya, seorang teman Hanum yang juga menjadi anggota di UKKI SMAN 1 Gondang,  sebelumnya telah disepakati bersama apabila ada anggota UKKI yang terlambat saat kegiatan pelatihan, maka akan dihukum membaca atau menghafal surah Al-Quran. Dia pernah mendapat hukuman itu karena datang terlambat ketika kegiatan UKKI.

"Biasanya hukumannya membaca surah Al-Quran atau menulis istighfar 100 kali ada juga hukuman beli peralatan untuk perlengkapan masjid, misalnya sapu," ujar siswi tersebut yang namanya dirahasiakan, Jumat (20/7/2018).

"Hukuman itu sama dan berlaku di seluruh kelas yang ikut anggota UKKI," imbuhnya.

Dia menjelaskan, hukuman fisik Skot Jump ini baru terungkap setelah Hanum mengeluh kesakitan lantaran usai menjalani hukuman yang dibebankan kepadanya. Ternyata, setelah ditelusuri hukuman skot Jump itu telah direncanakan sebelumnya sekira pada Kamis (12/7/2018).

"Soal hukuman skot Jump ini sempat diperbincangkan di dalam group WhatsApp UKKI SMAN 1 Gondang bersama anggota lainnya," ungkapnya.

Masih kata dia, hukuman fisik skot Jump tersebut sebelumnya telah disepakati oleh anggota UKKI angkatan 24 atau siswa kelas XI.

Awalnya, mereka membuat hukuman untuk anggota yang terlambat lebih dari satu menit dari jadwal maka harus melakukan skot Jump satu kali. Namun, entah siapa yang memulai hukuman itu berubah menjadi bagi anggota yang terlambat dalam satu menitnya melakukan 10 kali skot Jump.

Singkat cerita, hukuman itu dikonsultasikan kepada kakak tingkat angkatan 23 yang merupakan anggota senior UKKI. Pada akhirnya para senior mensetujui diterapkannya hukuman fisik skot Jump.

"Saya tidak tahu pastinya kapan hukuman fisik ini diterapkan, sepertinya baru kali ini," bebernya.

Dikatakannya, Hanum datang terlambat bersama satu anggota UKKI lainnya. Karena itulah dia mendapat hukuman hingga menanggung hukuman fisik skot Jump yang diduga tidak mau melakukannya.

"Kegiatan UKKI ini untuk latihan Banjari atau Rebana dan menyanyikan yel-yel sebagai persiapan promosi ke adik tingkat," pungkasnya. 

Baca: Siswi SMAN 1 Gondang Mojokerto Terancam Lumpuh Setelah Dihukum Skot Jump Puluhan Kali

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help