Berita Madiun

Sinergitas TNI dan Pemda Kabupaten Madiun Tingkatkan Perekonomian Warga melalui TMMD

Pada hari itu, rombongan dari Forkopimda Kabupaten Madiun mengunjungi lokasi program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) di desanya.

Sinergitas TNI dan Pemda Kabupaten Madiun Tingkatkan Perekonomian Warga melalui TMMD
surya/rahadian bagus
TMMD - Danpusterad Mabesad Mayjen TNI Hartomo didampingi Danrem 081/DSJ, Kolonel (Inf) R Sidharta Wisnu Graha, Dandim O803/Madiun Letkol (Inf) Rachman Fikri, bersama rombongan Forkopimda Kabupaten Madiun meninjau lokasi TMMD di Desa Bodak, Kecamatan Kare, Kabuapaten Madiun. 

SURYA.co.id|MADIUN - Purwati (32) tampak sibuk menuangkan air panas ke beberapa gelas kaca yang sudah terisi gula dan kopi. Ditemani putrinya, Liza Diah Ayu Candra Ningrum (10), ia juga menyiapkan beberapa keripik pisang yang dikemas dalam plastik.

Siang itu, Kamis (19/7/2018), warungnya yang berlokasi wisata baru Selo Gedong, di Desa Bodak, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun ramai di datangi tamu. Pada hari itu, rombongan dari Forkopimda Kabupaten Madiun mengunjungi lokasi program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) di desanya.

Purwati mengatakan, sejak Objek Wisata Selo Gedong dibuka sekitar empat bulan lalu, banyak warga di desanya membuat warung-warung kopi. Sebelumnya, tidak banyak pengunjung atau wisatawan yang datang ke Selo Gedong.

Namun, dengan adanya program TMMD dari Kodim 0803 Madiun dan Pemkab Madiun, akses jalan menuju lokasi wisata yang sebelumnya berupa tanah dan bebatuan terjal kini telah diperbaiki menjadi rabat beton.

Ibu dua anak ini menceritakan, dulu sehari-hari ia bekerja di ladang membantu suaminya. Namun, sejak dibukanya objek wisata Selo Gedong ia memilih berjualan kopi di warung.

"Dulu kerja di kebun, bantu suami cari rumput buat kambing,"katanya sambil menyiapkan kopi.

Selain memelihara kambing, suaminya juga menanam cengkeh. Namun, cengkeh biasanya dipanen setahun sekali.

Oleh karena itu, usaha warung kopi sangat membantu perekonomian keluarganya. Dalam sehari ia bisa mendapat omzet rata-rata sekitar Rp 200 ribu.

"Sekitar Rp 200 ribu, kalau pas ramai. Soalnya tempatnya kan masih baru, kalau ramai pada waktu hari libur, Sabtu dan Minggu,"katanya.

Selain menjual kopi ia juga membuat keripik pisang, ubi, dan keladi yang bahan bakunya dia dapat dari kebunnya. Satu plastik keripik dia jual Rp 5.000.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved