Bulutangkis

Inil Alasan PB Djarum Kembali Menggelar Audisi Bulutangkis di Surabaya

Audisi Bulutangkis PB Djarum akan digelar mulai Sabtu (21/7/2018) hingga Senin (23/7/2018).

Inil Alasan PB Djarum Kembali Menggelar Audisi Bulutangkis di Surabaya
SURYAOnline/dya ayu
Para legenda bulutangkis, manajemen PB Djarum, dan perwakilan Pengprov PBSI Jatim pada prescon di GOR Sudirman, Jumat (20/7/2018) sore. 

Surya.co.id | SURABAYA - Kota Surabaya menjadi langganan gelaran Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis. Seperti tahun sebelumnya, pada tahun 2018 ini, Surabaya kembali menjadi salah satu tuan rumah gelaran audisi pencarian bibit-bibit muda pebulutangkis. Audisi tersebut akan digelar mulai Sabtu (21/7/2018) hingga Senin (23/7/2018).

Selain Surabaya, audisi digelar di tujuh kota lainnya, Pekanbaru (24-26 Maret), Balikpapan (14-16 April), Manado (5-7 Mei), Purwokerto (21-23 Juli), Cirebon, Solo Raya, Kudus (4-6 Agustus).

Terkait alasan kembali memilih Surabaya sebagai lokasi mencari pebulutangkis muda U-11,U-13 dan U-15, Fung Permadi Manajer Tim PB Djarum menjelaskan, Surabaya merupakan salah satu kota yang paling banyak menghasilkan atlet-atlet berprestasi, seperti Sony Dwi Kuncoro dan Alan Budikusuma.

"Selain karena Surabaya ibukota Jatim, Surabaya sudah menghasilkan banyak atlet yang mengharumkan nama bangsa di level dunia. Tentu kami yakin disini masih banyak bibit-bibit muda yang akan meneruskan perjuangan atlet nasional yang pernah berjaya dijamannya. Sehingga kami kembali menggelar audisi di Surabaya," kata Fung Permadi, Jumat (20/7/2018).

Tak hanya karena banyaknya bibit muda pebulutangkis terpendam yang ada di Surabaya, setiap tahunnya jumlah peserta yang ikut dalam audisi ini juga terus meningkat. Tahun 2016 peserta yang ikut sebanyak 363, tahun 2017 562 peserta, dan tahun ini sebanyak 802 peserta hingga pukul 18.00 WIB.

Nantinya jumlah ini dipastikan akan bertambah karena panitia masih akan membuka pendaftaran hingga Jumat malam nanti.

"Antusiasme peserta di Surabaya sangat luar biasa. Bahkan yang datang tidak hanya dari Surabaya dan Jawa Timur saja, tapi juga dari Papua, NTB, Kaltim, Kalsel dan Sumatera juga ada," jelasnya.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help