Bulutangkis

Agar Lolos, Peserta Audisi Umum Djarum Bulutangkis 2018 harus Miliki Beberapa Kreteria seperti ini

Dapat lolos ke babak final hingga dipastikan menjadi bagian dari PB Djarum menjadi impian seluruh peserta.

Agar Lolos, Peserta Audisi Umum Djarum Bulutangkis 2018 harus Miliki Beberapa Kreteria seperti ini
SURYAOnline/dya ayu
Para pencari bakat bulutangkis, manajemen PB Djarum, dan perwakilan Pengprov PBSI Jatim pada prescon di GOR Sudirman, Jumat (20/7/2018) sore. 

Surya.co.id | SURABAYA - Dapat lolos ke  babak final hingga dipastikan menjadi bagian dari PB Djarum menjadi impian seluruh peserta Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018.

Bagaimana tidak, sebelum sukses dan dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, Kevin Sanjaya, Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, atlet jebolan PB Djarum mengawali karir dengan berlatih di bawah bimbingan PB Djarum.

Sehingga, ratusan peserta khususnya dari Surabaya terpacu untuk dapat mengikuti jejak para idolanya.

Namun, itu tak dapat diraih dengan mudah, sebab ribuan peserta yang mengikuti audisi di delapan kota di Indonesia harus bersaing untuk lolos dan mendapat super tiket dari tim pencari bakat PB Djarum.

Anggota tim pencari bakat PB Djarum, Sigit Budiarto menyatakan ada beberapa kriteria yang harus dimiliki peserta agar dapat lolos hingga final di Kudus, salah satu syarat paling dasar ialah cara memegang raket yang benar.

"Sebenarnya untuk kriteria itu tidak bisa baku. Tapi yang kami lihat pertama ialah, bagaimana cara dia bermain dan bagaimana cara dia memegang raket, itu yang sangat menentukan dan paling dasar," kata mantan juara dunia ganda putra Indonesia bersama Candra Wijaya, Jumat (20/7/2018).

Apabila hal itu sudah dipenuhi oleh peserta, maka peserta dapat memasuki kriteria berikutnya, yakni soal semangat bertanding.

"Apabila aspek satu sudah dilalui, peserta akan kami lihat bagaimana semangat juangnya. Itu juga penting. Karena bagaimanapun juga saat tanding, biarpun punya skill bagus tapi tidak punya semangat juang, itu sama juga bohong," ujarnya.

Selain itu, motivasi untuk menang juga menjadi salah satu faktor penilaian tim pencari bakat PB Djarum, yang seleksinya akan dimulai 21-23 Juli di GOR Sudirman Surabaya.

"Proses seleksi menggunakan sistem turnamen. Sebelum ke turnamen, peserta akan kami screening dulu. Screening ini akan kami lihat tahapan awal atau dasar seperti memegang raket. Setelah turnamen, peserta yang lolos akan kami beri super tiket untuk dibawa ke Kudus," jelas Sigit.

Untuk super tiket ini, tidak hanya diberikan pada peserta yang lolos turnamen saja, namun juga bagi para peserta yang kalah dalam sistem turnamen, namun dianggap memiliki bakat mumpuni.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved