Sekolah Gratis di Jatim

Gratiskan Biaya Pendidikan Untuk Siswa, Sekolah-sekolah ini Tetap Bayar Guru di Atas Rata-rata

Meski menggratiskan biaya pendidikan untuk seluruh siswanya, namun sekolah ini tetap menggaji para guru di atas rat-rata. Kok bisa?

Gratiskan Biaya Pendidikan Untuk Siswa, Sekolah-sekolah ini Tetap Bayar Guru di Atas Rata-rata
IPB.AC.ID
Ilustrasi. 

Yayasan juga memberikan beasiswa bagi mereka yang diterima di kampus negeri. Yakni, uang senilai Rp 1-2 juta per semester, uang bulanan, dan uang masuk atau uang pangkal. Siswa juga didorong untuk mencoba mencari beasiswa lain untuk memperingan biaya.

Sementara bagi siswa yang tak terima di kampus negeri, yayasan menawarkan untuk mencoba lagi tahun depannya.

“Atau kuliah di swata, dengan catatan sambil mengabdi di yayasan. Di sini (kantor Dukuh Kupang), ada lima anak usia kuliah yang sekaligus mengabdi, di (kantor) Wonorejo, ada sekitar tujuh anak,” ungkapnya.

Sejak Yayasan Himmatun Ayat fokus menyekolahkan anak-anak yatim dan kurang mampu, angkatan pertama baru lulus antara 3-4 tahun lalu.

Lewat lomba

Awal berdiri, Himmatun Ayat tak gampang menarik minat anak-anak untuk bersekolah di sana. Mereka pun menghimpun data anak-anak yatim dan kurang mampu sebagai awal mula. Caranya, membuat lomba-lomba. Data anak dari lomba itu kemudian didalami untuk didekati.

“Kita data, kita tawari,” ujarnya.

Namun, sepuluh tahun terakhir, para siswa banyak yang datang sendiri untuk mendaftar.

“Syaratnya cuma surat kematian orang tua. Kalau tidak bisa, keterangan RT/RW setempat. Itu pun kami survei,” ugkapnya. 

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved