Bisnis

Ekspor Kelapa Sawit Terhambat, GAPKI Berharap Pemerintah Serap Minyak Biodiesel

GAPKI melakukan pendekatan ke beberapa perusahaan agar menyerap kelapa sawit dalam bentuk biodesel, salah satunya adalah Pertamina.

Ekspor Kelapa Sawit Terhambat, GAPKI Berharap Pemerintah Serap Minyak Biodiesel
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Lakshmi Sidharta (tengah), Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), saat di Surabaya, Kamis (19/7/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tahun ini kebun kelapa sawit di Indonesia akan mengalami panen raya. Namun pasar penjualan saat ini sedang mengalami penurunan dan hambatan. 

"Terutama di pasar ekspor. Antara lain karena adanya diskriminasi dan kenaikan bea masuk minyak sawit mentah ke beberapa negara tujuan ekspor," kata Lakshmi Sidharta, Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), saat di Surabaya, Kamis (19/7/2018).

Juga adanya kebijakan proteksionisme yang diambil negara tertentu. Akibatnya, beberapa penjual masih menghentikan penjualannya karena adanya kebijakan yang kurang mendukung di beberapa negara tersebut.

"Sebenarnya kami bukan tidak mau menjual, namun karena persyaratannya nambah dan harganya jelek membuat untuk sementara tidak mau melepaskan barang, karena bisa rugi," tambah Laksmi.

Di sisi lain, saat ini kapasitas tangki CPO atau penyimpanan minyak kelapa sawit di Indonesia sudah penuh, sehingga sudah tidak mampu lagi menampung atau menyimpan.

"Kalau disimpan lama di tanki membuat kadar minyak menjadi jelek, khawatir kualitasnya akan jelek juga dan berdampak kepada petani," jelas Lakshmi.

Solusinya, GAPKI melakukan pendekatan ke beberapa perusahaan untuk bisa menyerap kelapa sawit dalam bentuk biodesel, salah satunya adalah Pertamina.

"Lobi kini terus kami lakukan, dan bentuk kelapa sawit diubah menjadi biodesel melalui pemanasan, dan ini akan menaikkan harga jual," tandas Lakshmi.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved