Berita Surabaya

Kasus Sipoa Grup Akan Disidangkan 24 Juli 2018

Setelah cukup lama, kasus penipuan pembelian apartemen Sipoa Group akan disidangkan pada 24 Juli 2018 mendatang.

Kasus Sipoa Grup Akan Disidangkan 24 Juli 2018
SURYAOnline/Danendra Kusumawardana
Paguyuban Customer Sipoa (PCS) gelar aksi damai pendudukan massal tanah dan bangunan Sipoa yang diduga dari hasil kejahatan di Royal Avatar World, Waru, Sidoarjo, Sabtu, (2/6/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Berkas kasus penipuan atas pembelian apartemen Sipoa sudah diproses di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Sesuai rencana, kasus ini dijadwalkan akan disidangkan pada 24 Juli atau pekan depan.

Ini dijelaskan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmat Hari Basuki. Jaksa yang bakal menyidangkan perkara ini menuturkan, PN Surabaya sudah memberi penetapan pada kasus ini.

“Iya, sudah keluar penetapannya. Sidang pada 24 Juli atau minggu depan," tuturnya, Selasa (17/7).

Dijelaskan jaksa yang berdinas di Kejati Jatim ini, selain penetapan sidang, dia juga diberitahu majelis hakim yang memimpin perkara ini.

“Ketua majelis hakim yang menyidangkan nanti adalah I Wayan Sosiawan," ujarnya.

Dalam kasus ini ada dua tersangka dari lima tersangka yang dilakukan tahap dua oleh penyidik ke jaksa.

Keduanya ditetapkan tersangka karena diduga melakukan penggelapan dan penipuan atas pembelian apartemen maupun bangunan rumah Sipoa Group.

Mereka adalah Budi Santoso yang menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Klemens Sukarno Candra selaku Direktur Utama Sipoa Group.

“Ada dua tersangka yang diakukan tahap dua," terangnya.

Kejaksaan juga melakukan penahanan terhadap dua tersangka ini. Namun, karena keberadaan para tersangka ini masih dibutuhkan oleh penyidik Polda Jatim dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), maka keduanya masih berada di tahanan sementara Mapolda Jatim.

Untuk diketahui, kasus dugaan penggelapan dan penipuan Sipoa Group ini mencuat, setelah pengembang dianggap menipu dan ingkar janji dalam proses pembangunan maupun pengembalian uang pembelian apartemen dan rumah.

Atas perkara ini ratusan orang dirugikan setelah menyetorkan uang kepada pengembang, dengan total kerugian mencapai puluhan miliar rupiah. 

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved