Citizen Reporter

Ekskul Ini Asyik: Menghias Kado Pernikahan

Ekskul khan mak mengajarkan siswa menghias oleh-oleh saat menikah dan chumnumkeb khayak memiliki agenda membersihkan sudut sekolah tiap minggu.

Ekskul Ini Asyik: Menghias Kado Pernikahan
ist

Pramuka, PMR, dan tari adalah beberapa ekstrakurikuler yang hampir dimiliki setiap sekolah di Indonesia. Lalu, bagaimana dengan Thailand?

Darunwittaya, salah satu sekolah menengah setara SMP-SMA di Chana, Songkhla memiliki beragam chumnum atau club yang unik dan menarik. Voli, sepak bola, dan sepak takraw adalah ekstrakurikuler yang disediakan untuk siswa yang berminat di bidang olahraga.

Selain itu, bagi siswa yang merupakan peminat keahlian khusus, sekolah ini juga menyediakan berbagai macam pilihan ekstra lain seperti ahan yang berfokus pada makanan, sang ashib yang bertujuan untuk mempersiapkan para siswa untuk berkarier, khan mak yang mengajarkan para siswa untuk menghias oleh-oleh saat menikah, dan chumnumkeb khayak yang memiliki agenda untuk membersihkan berbagai sudut sekolah tiap minggunya.

Ekstrakurikuler dibimbing semua guru mata pelajaran di sekolah. Di bidang keolahragaan, hanya dibimbing satu orang sedangkan untuk keahlian khusus,pembimbing terdiri atas 4-5 guru.

Siswa diwajibkan mengikuti satu ekstrakurikuler sesuai dengan minat dan bakat mereka. Ekstrakurikuler dilaksanakan setiap Kamis setelah pelajaran usai. Lokasinya di lapangan untuk bidang olahraga serta kantin yang juga berfungsi sebagai aula untuk keahlian khusus. Guru mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan sehingga siswa hanya memberikan beberapa sentuhan akhir yang tidak terlalu sulit dilakukan.

Salah satu yang unik adalah chumnum khan mak yang berarti menghias hadiah pernikahan. Setiap minggu, para siswa belajar menghias dengan tema dan bahan yang berbeda. Siswa melakukannya dalam sebuah kelompok kecil.

Selain itu, ada juga chumnum sang ashib. Ekstrakurikuler ini berfokus pada pekerjaan yang dapat menghasilkan uang. Untuk pertemuan pertama, guru mengajarkan cara membuat hidangan penutup salad roll sedangkan untuk pertemuan berikutnya siswa diajak menjahit.

Menurut Khru Anna, guru TIK sekaligus pembimbing chumnum sang ashib, terdapat tujuh chumnum di sekolah. Ahan, kila, sangashib, keb khayak, an-nasyid, chang cheuam, dan khanmak. Ahan difokuskan untuk memasak, kila berfokus pada bidang olahraga yang terdiri atas sepak bola, sepak takraw, dan voli.

Keb khayak untuk kebersihan dan pengolahan sampah, an-nasyid untuk siswa yang ingin menyanyikan lagu Islami, chang ceuam untuk mereka yang berminat di bidang mekanik, dan khan mak yang mengharuskan siswa belajar menghias kado pernikahan.

“Siswa menyerahkan formulir pendaftaran kepada guru pembimbing setiap awal semester untuk dapat mengikuti chumnum yang diminati. Tujuan mengadakan chumnum sang ashib adalah untuk memberi pengetahuan kepada siswa tentang hal-hal dasar yang dapat mereka gunakan agar dapat menghasilkan uang,” ucap Khru Anna, Kamis (12/7/2018).

Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlihat bersemangat dan menikmati waktu yang diberikan. Mereka bahu membahu menyelesaikan tugas dengan diiringi canda dan tawa untuk memusnahkan ketegangan. Sungguh sangat menyenangkan melihat para siswa menghilangkan penat mereka setelah seharian belajar dengan melakukan aktivitas yang bermanfaat.

Silvia Nurmila Sari
Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Negeri Malang
Peserta KKN-PPL di Songkhla, Thailand
silvins14@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved