Sambang Kampung Dupak

Banjir Pesanan, Konveksi Seragam di Kampung Dupak mulai dari Rumah kontrakan

Puluhan seragam sekolah tertumpuk di halaman rumah di Bandarejo Gang 3 nomor 20. Yaitu di konveksi yang dikelola Warti Syahroni (51) sejak 1990-an.

Banjir Pesanan, Konveksi Seragam di Kampung Dupak mulai dari Rumah kontrakan
SURYAOnline/sulvi sofiana
Warti Syahroni (51) pemilik konveksi seragam di Bandarejo gang 3 yang selalu banjir pesanan (kerudung cokelat) bersama para pegawainya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Puluhan seragam sekolah tertumpuk di halaman rumah di Bandarejo Gang 3 nomor 20. Yaitu di konveksi yang dikelola Warti Syahroni (51) sejak tahun 1990an.

Usaha yang dimulai Warti dari rumah kontrakan di area tersebut bersama suaminya itu kini telah membuahkan hasil. Tak kurang dari 400 seragam dibuat setiap harinya.

Warti mengungkapkan ia hanya lulusan SMP dan menekuni jahit secara otodidak. Kemudian ia bergabung dalam konveksi untuk mempelajari bisnis tersebut. Meskipun hanya menjahit, ia juga mempelajari pemasaran bisnis ini.

"Dulu potong sendiri, jahit sendiri dan cuma ada dua. Saya dan suami jahit sendiri. Kalau nggak punya modal susah. Pernah masukin surat rumah juga,"kenangnya.

Usaha yang dijalankannya terus berkembang karena banyaknya pesanan. Pesanan datang dari mulut ke mulut hingga akhirnya Warti dapat mempekerjakan pegawai.

"Teman ada yang bawa kenalannya, kalau kenalan gitu lebih percaya. Tetapi kalau ada yabg ngelamar kerja dan kemampuannya nol ya tetap diterima,"ujarnya.

Kini Warti memiliki 16 pegawai mulai dari lulusan SMP, SMA dan ibu rumah tangga. Pegawainya terdiri dari bagian memotong kain, menjahit, memasang kancing, hingga finishing serta mengirim barang hasil produksi.

"Sistemnya borongan, saya target juga. Pesanannya ada yang daribluar kota,luar pulau, pesanan jahit atau untuk ready stok,"jelasnya.

Meskipun dijual groair, Warti juga menjual seragam secara eceran. Untuk harga jual baju seragam sekolah ukuran kecil hingga standar, Warti mematok antara Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu. Sedangkan untuk harga celana seragam dijual antara Rp 60 ribu sampai Rp 90 ribu.

Dalam sehari, Warti beserta 16 karyawannya yang merupakan warga sekitar itu bisa menjual hingga 400 potong seragam dengan berbagai varian ukuran.

Warti menambahkan, seiring banyaknya permintaan seragam sekolah, bahan baku dan biaya produksi pun mengalami kenaikan antara Rp 2 ribu hingga Rp 3 ribu per seragam.

"Rata-rata seragam sekolah dikirim ke Surabaya dan ke luar pulau seperti  Madura, Kupang, NTT, hingga Sampit Kalimantan Tengah," tukasnya.

Dari usahanya,Warti telah memiliki dua rumah dan berbagai perlengkapan konveksi.

Haris Handayani, warga Tambak Dalem menjadi salah satu pegawai Warti sejak 2 tahun lalu. Berawal dari kenalan saat bekerja di konveksi, kini Haris bekerja bersama Warti setiap hari.

"Kerjanya mau istirahat kapan bebas, karena sistem borongan. Tetapi kami juga kejar setoran. Begini tiap hari harus 400 seragam di kirim,"ujarnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help