Citizen Reporter

Penuhi Kebutuhan Dapur dengan Aquaponik

Air kolam ikan disalurkan sebagai larutan nutrisi untuk tanaman. Sumber nutrisi tanaman tercukupi dari kotoran ikan dan sisa pakan yang sudah terurai.

Penuhi Kebutuhan Dapur dengan Aquaponik
pixabay.com

Melihat kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat, mahasiswa Universitas Airlangga yang menjadi peserta KKN Tematik 58 Kelompok UKM D membuat aquaponik. Mereka mendampingi warga memanfaatkan air kolam ikan.

Merawat aquaponik menjadi kegiatan rutin warga Desa Candirejo, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (5/7/2018). Itu menjadi penghijauan sekaligus untuk memenuhi kebutuhan akan sayuran.

Aquaponik itu merupakan paduan dari aquacultur atau budidaya ikan dan hidroponik atau budidaya tanaman tanpa tanah. Saat ini aquaponik merupakan pilihan budidaya sayuran dan ikan di daerah perkotaan, khususnya Surabaya.

Syahri, Ketua RT Candirejo menyatakan, pembuatan aquaponik adalah wujud dari urban-farming. Tujuannya untuk mencukupi kebutuhan protein dan serat yang cukup dihasilkan dari pekarangan rumah warga.

Metodenya sederhana. Ia menunjukkan, pada metode aquaponik air di dalam kolam ikan disalurkan sebagai larutan nutrisi untuk tanaman. Sumber nutrisi untuk tanaman tercukupi dari kotoran ikan dan sisa-sisa pakan yang sudah terurai oleh bakteri. Itu memproduksi zat yang menjadi sumber yang dibutuhkan oleh tanaman untuk sintesa protein dan pertumbuhan sel pada tanaman.

“Tanaman yang sering ditanam dalam aquaponik adalah cabai, bayam merah, pakcoy, selada, kangkung, bahkan padi. Akan tetapi, yang ditanam sekarang adalah kangkung. Sementara itu, untuk budidaya atau pemeliharaan ikan di kolam aquaponik pada intinya seluruh jenis ikan air tawar dapat diternak seperti ikan lele, ikan mas, dan gurami,” paparnya.

Bertanam dengan metode aquaponik merupakan salah satu wujud implementasi dari tujuh pilar pengembangan Kampung Candirejo, yaitu upaya penghijauan demi terjaganya keamanan dan ketahanan pangan. Proses bertanam dengan metode hidroponik berlangsung selama 40 hari.

Keunggulan dari metode aquaponik adalah efisiensi biaya. Mereka tidak perlu repot untuk membeli pupuk dan menggunakan pestisida. Warga hanya memanfaatkan air kolam ikan yang mengandung zat-zat yang diperlukan tanaman.

Berkebun secara aquaponik perlu dilakukan mengingat di zaman modern ini, kebiasaan memelihara ikan dan bertanam di halaman rumah telah berangsur ditinggalkan masyarakat. Ada banyak manfaat yang dapat dirasakan melalui kedua kegiatan itu, yakni menghijaukan lingkungan dan memenuhi kebutuhan keseharian.

Sekar Ratrie
Mahasiswa Sosiologi Universitas Airlangga
curiosocielo.wordpress.com.

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved