Berita Tuban

Pemkab Tuban Sebut Tembakau Keriting adalah Penyakit Kerupuk, iIni Solusi agar Tembakau Tak Rusak

Tanaman tembakau milik petani di Dusun Tapen, Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori diserang penyakit kerdil.

Pemkab Tuban Sebut Tembakau Keriting adalah Penyakit Kerupuk, iIni Solusi agar Tembakau Tak Rusak
surya/m sudarsono
Tanaman tembakau di Kecamatan Senori Tuban diserang penyakit tak biasa. 

SURYA.co.id | TUBAN - Tanaman tembakau milik petani di Dusun Tapen, Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori diserang penyakit kerdil.

Penyakit ini, umumnya menyerang daun dan menghambat pertumbuhan batang tembakau. Bahkan, petani mengaku sampai sekarang belum menemukan obatnya.

Dampaknya, petani bisa merugi karena hasil panennya buruk, sebab kualitas daun yang dihasilkan tembakau bisa tak bernilai ekonomis.

Namun, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban, Murtadji punya istilah lain atas temuan tembakau keriting tersebut.

Menurutnya, gejala yang ada pada tembakau itu adalah jenis penyakit kerupuk. Penyakit tersebut banyak menyerang tembakau di daerah tropis, terlebih di awal musim kemarau.

"Iya ini penyakit kerupuk, biasanya terjadi di awal kemarau," ujar Murtadji kepada Surya.co.id, Senin (16/7/2018).

Mantan Camat Bancar itu menjelaskan, gejala awal penyakit kerupuk biasanya bentuk daun yang mengkerut dan berubah bentuk. Selain itu, pada permukaan bawah daun terlihat pertulangan menebal, serta berwarna hijau tua.

Saat seperti itu, penyakit mulai berkembang. Ditandai Bibit atau tanaman muda lebih rentan dibanding tanaman tua, akibat pemupukan N yang berlebihan.

"Meningkatkan dosis Pupuk P dan K akan mengurangi tingkat kerusakan pada tanaman tembakau, yang jelas penyakit kerupuk ini terjadi di awal musim kemarau," pungkasnya.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help