Berita Ekonomi Bisnis

Program Sosial BSI Terus Meningkat di Tahun Keenam Operasional

PT Bumi Suksesindo (BSI) tahun 2018 ini memasuki tahun ke-6 sebagai operator tambang emas di Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Pesanggaran, Banyuwangi.

Program Sosial BSI Terus Meningkat di Tahun Keenam Operasional
SURYAOnline/sri handi lestari
Pembangunan akses jalan ke Pantai Merah dan Pancet di Kabupaten Banyuwangi yang dikerjakan dari program CSR PT BSI. 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Bumi Suksesindo (BSI) tahun 2018 ini telah memasuki tahun keenam sebagai operator tambang emas di Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Selama itu, mereka mengklaim telah melampaui tiga fase penambangan. Yaitu, eksplorasi, konstruksi dan saat ini merupakan tahun kedua fase produksi.

"Semenjak memasuki fase produksi, PT BSI terus meningkatkan program-program sosialnya melalui Corporate Social Responsibility (CSR)," kata Adi Adriansyah Sjoekri, Presiden Direktur PT BSI, Jumat (13/7/2018).

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan dampak positif kehadiran perusahaan kepada masyarakat.

"Program-program ini kami adakan untuk mendukung kemandirian masyarakat secara sosial-ekonomi. Karena kami tidak selamanya ada di Sumberagung,” jelas Adi.

Pihaknya juga memastikan bahwa program-program sosial PT BSI dapat berjalan dengan lancar dan tidak tumpang tindih dengan program-program pemerintah.

“Untuk itu kami selalu berkoordinasi dengan pihak pemerintah untuk memastikannya,” imbuhnya.

Secara formal, PT BSI telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai pelaksanaan CSR bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. MoU ini ditandatangani oleh Direktur PT BSI, Cahyono Seto dan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas pada April 2018 lalu.

“Sebagai aset Pemkab Banyuwangi, BSI berkomitmen untuk terus mengambil inisiatif dan berkontribusi secara langsung dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi. Besarnya dukungan dan kerjasama dengan Pemerintah serta masyarakat Banyuwangi menjadi salah satu kunci keberhasilan PT BSI beroperasi secara optimal di tambang emas Tujuh Bukit,” jelas Seto.

Selain penandatanganan MoU CSR, pada semester pertama 2018 ini PT BSI telah merealisasikan program-program lainnya, seperti infrastruktur pendidikan di 17 lembaga pendidikan TK dan SD di wilayah Kecamatan Pesanggaran, pengoperasian 14 bus sekolah, dan penyerahan 180 beasiswa untuk pelajar tingkat SD, SMP, SMA serta mahasiswa S1.

Di bidang pendidikan, Mobil Layanan Kesehatan (MLK) juga telah beroperasi. Mobil ini menjangkau daerah-daerah yang masih sulit mengakses fasilitas dan layanan kesehatan. Pengoperasian MLK ini bekerjasama dengan Puskesmas Pesanggaran, Sumberagung dan Siliragung sebagai representasi pemerintah bidang kesehatan.

Selain itu, saat ini PT BSI sedang menyelesaikan proyek pembangunan jalan sepanjang kurang lebih tiga kilometer di Desa Sumberagung. Jalan ini merupakan akses utama menuju pantai wisata Pulau Merah dan Pancer.

“Semoga dengan selesainya pembangunan jalan ini dapat mendorong peningkatan pengunjung wisata karena jalannya proses bagus,” harap Adi.

Selain program-program di atas, PT BSI juga mengembangkan program-program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Di antaranya program-program yang telah dijalankan ntara lain pendampingan petani padi dengan penerpan metode SRI (System of Rice Intensification), pendampingan petani kopi dan pendampingan usaha kecil menengah
(UKM).

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved