Citizen Reporter

Ini Piknik Gratis di Thailand

Hasil penjualan kerajinan tangan yang menjadi penghasilan mereka. Itu sebabnya, wisatawan diharapkan membeli kerajinan tangan Suku Karen.

Ini Piknik Gratis di Thailand
ist

Piknik merupakan aktivitas yang lazim dilakukan manusia di sela-sela padatnya rutinitas. Berwisata dilakukan sebagai sarana melepas penat setelah beraktivitas yang menguras pikiran dan tenaga. Saat ini, piknik bahkan telah menjadi salah satu gaya hidup sebagian masyarakat.

Di Thailand, ada salah satu wisata yang unik untuk dikunjungi. Uniknya, tempat wisata ini gratis. Suan Dainosau adalah tempat wisata di wilayah Danok, Sadao, Thailand.

Wisatawan tidak dipungut biaya apa pun di sana. Banyak wisatawan Malaysia yang datang selain karena gratis, memang wilayah itu adalah perbatasan Malaysia-Thailand.

Saat melewati pintu masuk, pengunjung akan melewati pos penjaga, tetapi tidak akan dihentikan dan tidak diminta membayar.

Ada taman panda dengan puluhan patung panda yang tersebar di berbagai sudut taman dan akan menyala menjelang malam. Ada taman lampion dengan berbagai bentuk dan akan menyala dengan indah saat matahari terbenam.

Pengunjung akan melewati food court yang didesain seperti China Town. Food court itu menyediakan berbagai makanan khas negeri Tirai Bambu. Namun sayangnya, tidak ada makanan halal.

Pertunjukan film dinosaurus pun tersedia di tempat itu. Nah, untuk yang satu ini memang harus membayar.

Jika tidak ingin membayar, ada wisata budaya di depan teater dinosaurus. Ada banyak suku yang mendiami wilayah Suan Dinosau. Yang paling menarik perhatian adalah suku “Leher Panjang” yang mendiami sekaligus menyambung hidup di tempat wisata itu. Mereka dari Suku Karen.

Yang membuat menarik perhatian karena pada lehernya yang panjang terpasang gelang besi. Jika selama ini hanya bisa melihatnya melalui televisi, maka kali itu perempuan Suku Karen ada di depan mata.

Menurut Ustaz Abdullah, guru pamong di sekolah tempat para mahasiswa Universitas Negeri Malang yang PPL-KKN di Thailand, mereka menenun dan membuat kerajinan tangan untuk dijual. Hasil penjualan itulah yang menjadi penghasilan mereka. Itu sebabnya, wisatawan diharapkan dapat membeli kerajinan tangan Suku Karen.

“Semua suku di sini menyambung hidup dari menenun di rumah panggung yang telah disediakan. Mereka menjual berbagai kerajinan tangan mulai dari kain tenun, tas rajut, hingga gantungan kunci,” ujarnya, Minggu (8/7/2018).

Pengunjung diperbolehkan berfoto dengan mereka dan tidak akan dipungut biaya. Wisatawan asing banyak yang datang meskipun hanya sekadar berfoto-foto dan makan-makan di tempat.

Wisata ini merupakan wisata unik dan menarik. Kapan lagi bisa berwisata dengan gratis?

Maghfirotul Afida
Peserta PPL-KKN di Padang Besar Thailand
Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang
maghfirotul.afida@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help