Berita Jombang

11 Remaja Main Keroyok, Ortu Menangis Histeris Saat Dikeler Polisi

Saat kesebelas tersangka dikeler petugas bersenjata lengkap, untuk dibawa ke mapolres, sejumlah ibu kandung diantara tersangka menangis histeris

11 Remaja Main Keroyok, Ortu Menangis Histeris Saat Dikeler Polisi
SURYAOnline/Sutono
11 remaja yang terlibat pengeroyokan saat di Polsek Kesamben, Jombang. 

SURYA.co.id | JOMBANG - Petugas Polsek Kesamben menangkap sebelas pemuda asal Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, Jombang, karena mereka diduga melakukan pengroyokan terhadap Aldi Firdaus (24), warga Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben.

Kesebelas pemuda tersebut berinisial AC (17), AN (17), S (24), PD (22), ER (17), FK (19), RA (15), AS (19), HA (20), KP (19) dan AI (19). Kini kasusnya dilimpahkan ke Polres Jombang, ke-11 tersangka pun ditahan di mapolres.

Saat kesebelas tersangka dikeler petugas bersenjata lengkap, untuk dibawa ke mapolres, sejumlah ibu kandung diantara tersangka menangis histeris. Mereka tak percaya anaknya terlibat pengeroyokan dan berujung di tahanan.

Kapolsek Kesamben, AKP M Amin mengungkapkan pengeroyokan terjadi pada hari Rabu (11/7/2018) lalu sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu, korban hendak pulang bersama teman temannya dari arah Sumobito.

“Saat sedang mengisi bensin untuk motornya di sebuah penjual bensiun eceran, korban langsung dipukuli para pelaku berkali-kali hingga luka di kepala bagian belakang dan depan,” ujarnya, Sabtu (145/7/2018).

Menurutnya, berdasarkan pengakuan para tersangka, motif pengeroyokan tersebut lantaran salah satu pelaku inisial AN dendam terhadap korban, Aldi Firdaus.

"Pelaku mengaku pernah dipukuli korban saat berada di lokasi pertunjukan dangdut beberapa pekan lalu. Karena itu, ketika AN bersama teman-temannya bertemu dengan korban, langsung melampiaskan dendam, dibantu teman-temannya itu," imbuh Amin.

Kesebelas tersangka kini mendekam di tahanan Polres Jombang menunggu proses lebih lanjut. Mereka dijaring pasal 170 KUHP, tentang penganiayaan dengan ancaman lima tahun pidana penjara.

Penulis: Sutono
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help