Berita Surabaya

Tadinya Sampingan, Kini Kerajinan Boneka Amigurumi Jadi Fokus Utama Perempuan Surabaya Ini

Sebelumnya Little Twinkle hanya bisnis sampingan, namun jadi fokus utama Feby sejak ia mengundurkan diri dari pekerjaannya

Tadinya Sampingan, Kini Kerajinan Boneka Amigurumi Jadi Fokus Utama Perempuan Surabaya Ini
surya/delya octovie
Priskila Feby (29) mempelajari kreasi amigurumi setelah lulus dari kuliah profesi apoteker. Tak hanya membuat karakter yang sedang tren, Feby juga menerima pesanan custom lewat bisnisnya 'Little Twinkle'. 

SURYA.co.id | SURABAYA – Saat sang ibu senang membuat kreasi boneka, Priskila Feby (29) justru sama sekali tak tertarik dengan kegiatan ibunya. Baru saat selesai kuliah profesi apoteker, Feby jatuh cinta pada kreasi boneka, utamanya yang menggunakan teknik amigurumi.

Amigurumi adalah teknik merajut atau merenda boneka kecil dari Jepang. Teknik ini ia pelajari dari teman kakak sepupunya yang sempat belajar amigurumi. Setelah paham dasarnya, ia mendalami lewat YouTube dan Pinterest.

“Amigurumi ini lagi musim di Jakarta, tapi di Surabaya sepertinya belum populer. Proses pembuatan mulai 2 – 8 jam, tergantung besar dan tingkat kerumitannya,” tutur perempuan asli Madiun ini di bazaar ‘Bon Voyage’, Galaxy Mall Surabaya, Jumat (13/7/2010).

Ia pun memulai bisnis bernama ‘Little Twinkle’-nya pertengahan 2016. Sebelumnya Little Twinkle hanyalah bisnis sampingan, namun mulai tahun ini, Little Twinkle jadi fokus utama Feby sejak ia mengundurkan diri dari pekerjaannya di bidang purchasing sebuah perusahaan tandon.

Produk Little Twinkle kebanyakan berbentuk karakter yang sedang tren atau favorit banyak orang, seperti Totoro dan Gudetama. Lulusan Farmasi Universitas Surabaya ini juga menerima custom karakter.

“Biasanya mereka minta untuk dijadikan bag charm, tapi sebenarnya juga bisa untuk keychain, tergantung keinginan pembeli. Sementara masih karakter-karakter saja, kalau manusia agak sulit, jadi khusus yang minta custom saja,” jelasnya.

Boneka amiguruminya ia jual mulai harga 50.000 rupiah untuk ukuran kecil, dan 200.000 rupiah untuk yang terbesar ukuran 19 cm.

Di luar rajutannya, ia menggunakan bahan dakron untuk isi boneka. Dakron dipilih karena sifatnya yang tak mudah berubah bentuk, sehingga jika dimainkan, bentuk boneka tidak berubah.

“Kalau pakai kapas itu tidak bisa mental bonekanya jika dipencet-pencet. Tapi kalau dakron bisa balik ke bentuk asli,” tambahnya.

Ke depan, Feby berharap bisnisnya yang juga bisa dilihat secara online di Instagram @little_twinkle__ ini bisa berkembang menjadi suvenir pernikahan dan hampers.

Ia juga ingin Little Twinkle merambah pasar luar negeri dan menyediakan worldwide shipping.

Penulis: Delya Octovie
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help