Berita Surabaya

Surabaya Cross Culture Internasional: Uzbekistan Tampilkan Anak-anak Juara Tingkat Dunia

Event tahunan Pemkot Surabaya ini berlangsung empat hari mulai Minggu (15/7/2018) sampai Kamis (19/7/2018).

Surabaya Cross Culture Internasional: Uzbekistan Tampilkan Anak-anak Juara Tingkat Dunia
surya/fatimatuz zahroh
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat kegiatan Cross Culture International (CCI) Folk Art Festival, Minggu (16/7/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Surabaya Cross Culture Internasional ke-14 kembali hadir dengan tema Folk Art Festival. Event tahunan Pemkot Surabaya ini berlangsung empat hari mulai Minggu (15/7/2018) sampai Kamis (19/7/2018).

Sesuai  temanya Cross Culture Internasional, acara juga dihadiri 10 negara dan empat kota di Indonesia.

Ke-10 negara yang menyatakan bergabung adalah China, Korea Selatan, Polandia, Mexico, Rumania, Russia, Bulgaria, Jerman, New Zealand, dan Uzbekistan.

Sedang  tamu empat kota dari Indonesia datang dari Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Kota Singkawang dan Kota Banjarmasin.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengungkapkan akan ada tamu spesial meramaikan acara Cross Culture.

“Tamu spesial berasal dari Uzbekistan karena pesertanya anak-anak yang berhasil menjuarai seni budaya tingkat dunia,” ungkapnya  saat jumpa pers di Kantor Humas Pemkot Surabaya, Jumat (13/7/2018).

Sepanjang jalan, para peserta akan menampilkan parade tarian tradisional dan kebudayaan masing-masing, lengkap dengan busana.

Selain parade, akan ada acara Visit Culture ke tempat sejarah, workshop, dan city tour untuk memperkenalkan seni dan budaya kepada masyarakat Surabaya.

“Rangkaian acara nanti di THP Kenjeran, Jembatan Surabaya, dan Taman Harmoni pada  Rabu (18/7/2018) pagi,” tambah Antiek.

Cross Culture ini disusul festival seni di beberapa lokasi, yaitu Jalan Tunjungan, Balai Kota, Gedung Siola, G-Walk Citraraya Surabaya, Ciputra World, dan Royal Plaza.

Melalui acara ini jelas Antiek, Surabaya ingin menunjukkan kepada negara lain, Kota Pahlawan dapat dijadikan sebagai daya tarik pariwisata melalui pertunjukan seni.

“Selain itu pertumbuhan ekonomi diharapkan meningkat,” tutupnya.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help