Berita Surabaya

Pengusaha Sumenep Tertipu Rp 1,9 M, Modusnya Gandakan Uang, Rp 12 Juta Berlipat Jadi Rp 120 Juta 

Dua pria dibekuk petugas Unit Reskrim Polsek Asemrowo Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya lantaran menipu pengusaha asal Sumenep.

Pengusaha Sumenep Tertipu Rp 1,9 M, Modusnya Gandakan Uang, Rp 12 Juta Berlipat Jadi Rp 120 Juta 
SURYAOnline/fatkhul alami
Kedua tersangka pelaku penipuan diperlihatkan polisi di Mapolres Pelabuhan Perak Surabaya, Jumat (13/7/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Dua pria dibekuk petugas Unit Reskrim Polsek Asemrowo Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya lantaran melakuka penipuan dengan modus penggandaan uang. Mereka adalah Alihudin (47) asal Pandeglang Banten dan Ali Imron (37) asal Serang Banten.

Keduanya melakukan penipuan terhadap seorang pengusaha asal Sumenep hingga mencapai sekitar Rp 1,9 miliar.  

Kasus ini berawal pada awal 2017 lalu, ketika korban bertemu Alihudin dan Imron di Surabaya. Dari pertemuan itu korban makin akrab dengan kedua pelaku.

Selanjutnya pelaku mengaku sebagai orang pintar dan bisa menggandakan uang.

“Pelaku meyakinkan korban bahwa bisa membantu menggandakan uang hingga jadi 10 kali lipatnya. Korban akhirnya yakin dan mau mentransfer uang ke pelaku,” sebut Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Agustinus Agus Rahmanto, Jumat (13/7/2018).

Korban lalu diperkenalkan dengan teman lainnya dan meyakinkan jika bisa mengandakan uang hingga berlipat-lipat.

Pelaku mengatakan jika uang Rp 12 juta bisa berlipat hingga Rp 120 juta. Jika tidak berhasil, uang akan dikembalikan.

Mendapat bujuk rayu tersebut, korban percaya begitu saja hingga mentransfer uang totalnya mencapai Rp 1,9 miliar.

Namun, setelah ditunggu uang penggendaan tidak kunjung cair, korban mulai curigai. Tapi pelaku yang ditagih sesuai kesepakatan selau tidak membuahkan hasil. Korban pun akhirnya melapor ke Polsek Asemrowo.

Unit Reskrim Polsek Asemrowo melakukan pengejaran dan akhirnya membekuk dua pelaku di Surabaya, pekan lalu.    

Halaman
12
Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help