Berita Surabaya

Driver Online Demo di Surabaya, Begini Klarifikasi Pihak Go-Jek

"Aksi demo menuntut pengenaan tarif dasar merupakan masukan buat kami. Akan kami kaji," kata Michael Say.

Driver Online Demo di Surabaya, Begini Klarifikasi Pihak Go-Jek
surya/nuraini faiq
Suasana demo driver online di Grahadi Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Vice President Corporate Communications Go-Jek, Michael Say, menemui massa driver Go-Jek yang tengah demo ke Gedung Grahadi Surabaya, Jumat (13/7/2018). Namun pertemuan driver sebagai mitra aplikator dengan manajemen perushaaan aplikasi ini berlangsung tertutup.

Media tidak boleh mengikuti pertemuan tersebut. Dalam pertemuan itu, selain aplikator juga hadir Perwakilan Kemenhub dan Dinas Perhubungan Jatim. Namun Gubernur Jatim Soekarwo tidak bisa ditemui. Pakde Karwo ada agenda lain. 

Tampak Kabid Angkutan dan Keselamatan Jalan Dishub Jatim Isa Ansori menemani Kasubdit Angkutan Orang Kemenhub Syafrin Liputo, Kaplrestabes Surabaya Kombespol Rudi Irawan, dan Michael Say. Usai pertemuan, Michael Say merasa mendapat masukan dari driver online di Jatim.

"Aksi demo menuntut pengenaan tarif dasar merupakan masukan buat kami. Akan kami kaji. Namun tarif selama ini sudah sesuai," kata Say.

Baca: Driver Online Demo di Gedung Grahadi Surabaya Tak Ditemui Gubernur Jatim, Lakukan Negosiasi Ini

Dia mengaku akan mempertimbangkan masukan para driver online di Jatim tersebut. Soal suspend yang kerap dijatuhkan kepada driver semua demi kepentingan yang lebih besar. Dikatakan ini untuk peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan.

"Bukan sepihak soal suspend ini. Kami sudah komunikasikan kepada driver dan sudah melalui sosialisasi. Jika tidak terima silakan ajukan keberatan dan banding ke kami akan kita tunjukkan realitanya," jelas Say.

Meski tertutup, diperoleh informasi bahwa driver online yang tergabung dalam Jatim Online Bersatu (JOB) itu kecewa lantaran Gubernur Jatim Pakde Karwo tidak menemui mereka. 

"Pertemuan ini tak membuahkan hasil. Apalagi kami mendesak Pergub terkait perlindungan driver online terutama ojek online," kata Perwakilan JOB David Walalangi. 

Kapolrestabes Surabaya Rudi menjamin keselamtan driver online. Termasuk di zona merah atau tempat larangan driver online menaikkan penumpang.

Perlu kesepahaman bersama antara online dan konvensional di zona ini. Mulai dari terminal, pelabuhan, rumah sakit, hingga rumah sakit.

"Kami selalu komunikasikan dengan semua pihak terkait. Sudah ada komunikasi antara online dan konvensional. Namun untuk ditemui Gubernur silakan ajukan kembali surat resmi dua minggu sebelumnya," kata Rudi.

Kasubdit Angkutan Orang Kemenhub Syafrin Liputo menyampaikan bahwa hingga saat ini angkutan roda dua belum masuk dalam angkutan umum. Sesuai UU 22/2009 tentang Lalu Lintas, motor tidak bisa diketegorikan angkutan umum. 

"Soal penetapan zona merah hingga larangan di zona ini, hal itu mejadi kewenangan daerah masing-masing. Soal tarif tranaportasi online adalah domain aplikator dan driver. Itu pasar yang bicara," kata Syafrin. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved