Berita Pendidikan Surabaya

Dewan Pendidikan Surabaya: SMP Swasta Kurang Murid akibat Kuota Mitra Warga Sekolah Negeri . . . .

Fenomena kekurangan siswa di SMP swasta ini membuat resah banyak pihak, terutama guru dan kepala sekolah.

Dewan Pendidikan Surabaya: SMP Swasta Kurang Murid akibat Kuota Mitra Warga Sekolah Negeri  . . . .
foto: net
Ketua Dewan Pendidikan Kota Surabaya Martadi. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Fenomena kekurangan siswa di SMP swasta ini membuat resah banyak pihak,  terutama guru dan kepala sekolah. Tak terkecuali juga para siswa yang terdampak lantaran hanya sedikit murid yang ada di sekolah yang kekurangan siswa. 

Ketua Dewan Pendidikan Kota Surabaya Martadi,  mengatakan  kondisi kekurangan siswa ini tidak terlepas dari kebijakan untuk menambah kuota siswa mitra warga di sekolah negeri.

"Secara substansi kebijakan ini sangat baik karena keberpihakan untuk memastikan warga miskin mendapat layanan pendidikan yang layak sesuai yg amanat UUD 45 Pasal 31 dan Perda 16 tahun 2012," kata Martadi,  Jumat (13/7/2018).

Tahun-tahun sebelumnya, ia mengatakan,  kebijakannya untuk mitra warga juga ditempatkan di beberapa sekolah swasta. Tetapi tidak dipungkiri masih ditemukan anak yang di sekolah swasta masih dibebani iuran.

"Menurut saya itu salah karena memang aturannya membolehkan sekolah swasta menarik iuran. Sehingga ketika kuota mitra warga di sekolah negeri di tambah maka dampaknya pasti dirasakan oleh sekolah swasta khususnya yang menengah ke bawah," kata Martadi. 

Jika cermati, menurut Martadi dari sisi jumlah siswa yang masuk usia SMP lebih banyak lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.

Jika kemudian ternyata di lapangan beberapa sekolah swasta yg menengah ke bawah terdampak bisa saja disebabkan dikatakan Martadi salah satunya karena penambahan kuota mitra warga di sekolah negeri yg terlalu banyak.

"Atau bisa juga karena anaknya tidak diterima di sekolah negeri, dan orang tua yang memiliki kemampuan finansial lebih memilih memasukkan ke sekolah swasta ya bagus atau menyekolahkan boarding school keluar daerah," tambahnya.

Untuk itu, menurutnya penting juga dicermati data atau angkanya apakah sekolah swasta yang menengah ke atas juga ada fenomena kesulitan siswa atau  justru ada juga yang menambah kuota karena peminatnya lebih banyak.

"Data ini menjadi sangat penting utk mengetahui penyebab masalahnya secara pasti. Untuk itu perlu secepatnya dilakukan pertemuan antara pihak-pihak terkait Dindik, DPRD, MKKS, Dewan Pendidikan, untuk duduk bareng menganalisis penyebab fenomena ini agar diketahui akar masalahnya dan bisa dicarikan solusi terbaik secepatnya, sekaligus untuk memperbaiki sistem PPDB tahun ke depan," katanya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help