Liga 1

Bermain 10 Orang, Madura United FC Tahan Imbang PSIS Semarang 0-0, Gomes Akui Puas Kinerja Tim

Gomes de Oliviera, pelatih kepala Madura United FC mengaku sangat puas dengan penampilan timnya kala menahan imbang 0-0 PSIS Semarang.

Bermain 10 Orang, Madura United FC Tahan Imbang PSIS Semarang 0-0, Gomes Akui Puas Kinerja Tim
SURYAOnline/khairul amin
Gomes de Oliviera saat jumpa pers . 

SURYA.co.id I MAGELANG – Gomes de Oliviera, pelatih kepala Madura United FC mengaku sangat puas dengan penampilan timnya kala  menahan imbang 0-0 PSIS Semarang pada laga tandang pekan 15 Liga 1 di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Kamis sore (12/7/2018).

Pasalnya di laga itu, Madura United FC harus bermain dengan 10 pemain sejak menit 62 setelah Alfath Fathier mendapatkan kartu kuning kedua, padahal Alfath baru masuk  di menit 30 menggantikan Munhar.

Meskipun hanya memperoleh hasil imbang, Gomes de Oliviera mengaku sangat puas dengan penampilan timnya, karena menurut pelatih asal Brasil tersebut, semua pemain skuat Laskar Sape Kerrab bemain maksimal di pertandingan tersebut.

 “Kami bisa lewati ujian ini, mereka bisa berkembang, dan tetap bisa ciptakan peluang, tidak menyerah dalam kesulitan apapun, meskipun bermain dengan minus 1 pemain, dan mereka bisa lulus dari ujian kali ini, dengan 10 pemain bisa bermain baik. Meskipun kita tidak bisa dapatkan 3 poin, tapi saya sangat puas,” terangnya, Jumat (13/7/2018).

 Apalagi menurut pelatih berumur 55 tahun itu, kehilangan satu pemain menjadikan semua pemain harus kerja ekstra, sementara skema bermain tetap menyerang, sehingga membutuhkan banyak tenaga.

 “Pertandingan itu sangat melelahkan, bagi pemain terutama, kita kehilangan satu pemain, meskipun kehilangan pemain, saya tidak bertahan. Saya tidak taruh penggantinya di bek kanan, saya main dengan tiga pemain untuk menyerang mencari kemenangan, kita dapat kesempatan memenangkan pertandingan itu,” tegas Gomes.

 Ditambahkan, Gomes  juga mengungkapkan bahwa karakter permainan menyerang yang ia peragakan di pertandingan itu akan terus dia pertahankan di laga-laga selanjutnya.

 “Model permainan seperti ini akan saya terus mainkan, ini karakter saya, dimana bermain, saya akan main untuk menang,” terang Gomes.

 Meskipun memang Gomes harus mengakui, dipertandingan itu tim tuan rumah PSIS Semarang timpil bagus, namun skuatnya bisa meredam itu dengan kolektivitas tim.

 “Saya lihat PSIS Semarang sangat bagus, tapi dipertandingan itu, pemain Madura United bisa stop mereka dengan semangat dan kekompakan, dengan kolektivitasnya,” ungkapnya.

 Sedang kesalahan yang dilakukan oleh Alfath dia menilai itu sebagai ujian tim dan berharap di pertandingan selanjutnya tidak akan terjadi kembali.

 “Seharusnya itu tidak terjadi, tapi itu menjadi ujian bagi Madura United, tapi kita sudah lewati. Di Madura hari ini tidak ada satupun pemain yang tidak berjuang, atau main jelek, tidak ada, semua tampil maksimal,” pungkasnya.

 Gelandang Madura United FC, Raphael Maitimo melihat dipertandingan tersebut semangat tim sudah kembali, meskipun belum bisa meraih kemenangan, namun kembalinya semangat dan kekompakan tim sangat penting bagi Madura United FC dimasa yang akan datang.

 “Pertandingan hari ini mungkin tidak terlalu indah, tapi Madura berjuang sangat keras, dan menurut saya pastinya untuk pertandingan hari ini cukup bagus bagi kita, dan itu sangat pentting untuk kedepannya, kita sudah bisa lihat semangat kembali di tim Madura United, jadi saya senang dengan hasil hari ini,” pungkas pemain kelahiran Belanda tersebut. 

Penulis: Khairul Amin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved