Berita Probolinggo

Tujuh Desa di Probolinggo Ini Punya Pos PAUD Baru untuk Layanan Pendidikan Anak Usia 0-2 Tahun

Peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita dan penyerahan APE Pos PAUD secara simbolis

Tujuh Desa di Probolinggo Ini Punya Pos PAUD Baru untuk Layanan Pendidikan Anak Usia 0-2 Tahun
surya/galih lintartika
Peresmian pos PAUD di Pendopo Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, Kamis (12/7/2018) siang. 

SURYA.co.id | PROBOLINGGO - Layanan pendidikan anak usia 0-2 tahun melalui Pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) secara resmi dilaunching di Pendopo Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, Kamis (12/7/2018) siang.

Layanan yang merupakan bagian dari Aksi 1.000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) ini merupakan kerja sama PKBM Insan Cendekia Kecamatan Besuk dengan tujuh kepala Desa di Kecamatan Besuk.

Meliputi, Desa Bago, Alasnyiur, Sindetanyar, Besuk Kidul, Besuk Agung, Randujalak dan Alaskandang.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo Dewi Korina, Camat Besuk Teguh Prihantoro dan Forkopimka Besuk, Penilik Diktara Kecamatan Besuk Massajo, 7 (tujuh) kepala desa yang mendapatkan layanan pendidikan anak usia 0-2 tahun melalui Pos PAUD, kepala puskesmas dan beberapa instansi terkait di Kecamatan Besuk.

Peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita dan penyerahan APE Pos PAUD secara simbolis oleh Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina.

Dilanjutkan dengan penandatanganan naskah Memorandum of Understanding (MoU) antara PKBM Insan Cendekia dengan 7 kepala desa dan 7 Ketua LPP (Lembaga Pembina Posyandu) dari Desa Bago, Alasnyiur, Sindetanyar, Besuk Kidul, Besuk Agung, Randujalak dan Alaskandang.

Penilik Diktara Kecamatan Besuk Massajo mengungkapkan kegiatan ini bertujuan meningkatkan peran serta satuan PKBM Insan Cendekia dalam layanan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) sebagai lembaga PKBM yang sudah terakreditasi A tahun 2016.

“Di samping ikut serta dalam optimalisasi kampanye 1000 HPK di Kabupaten Probolinggo, khususnya di Kecamatan Besuk,” katanya.

Menurut Massajo, kegiatan ini diharapkan menghasilkan persepsi yang sama dalam memberikan layanan tumbuh kembang anak usia 0-2 tahun melalui kader, orang tua, aparatur desa, kecamatan dan masyarakat.

“Sekaligus meningkatkan skill atau ketrampilan dalam merawat tumbuh kembang anak secara benar, bukan dari aspek fisik semata, tetapi aspek psikis, psikologis, stimulasi kecerdasan dan edukasi yang tepat,” harapnya.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help