Berita Surabaya

Perubahan UU Guru dan Dosen, Guru Tidak Tetap Diusulkan Dapat TPP

Perubahan UU Guru dan Dosen ini semangatnya untuk meningkatkan kesejahteraan melalui TPP, terutama GTT.

Perubahan UU Guru dan Dosen, Guru Tidak Tetap Diusulkan Dapat TPP
TRIBUN STYLE
Foto kolase guru honorer dan slip gaji guru. 

SURYA.co.id| SURABAYA - Tunjangan profesi pendidik (TPP) bagi Guru Tidak Tetap (GTT) diusulkan dalam Rancangan Undang Undang (RUU) perubahan UU Guru dan Dosen Nomor 14/2005. Usulan tersebut masuk dalam RUU perubahan Pasal 16 ayat 1, yaitu, pemerintah memberikan TPP kepada guru yang telah memiliki sertifikat pendidik, meliputi guru tetap dan GTT.

Dalam perubahan tersebut juga dijelaskan tentang pembayaran TPP yang melekat pada gaji untuk guru PNS. Sementara untuk guru nonPNS, TPP dibayarkan pada awal bulan pekan pertama.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jatim, Ichwan Sumadi, menuturkan perubahan UU Guru dan Dosen ini semangatnya adalah untuk meningkatkan semangat guru dan meningkatkan kesejahteraan, terutama GTT.

“Jadi ada keseimbangan antara hak dan kewajiban karena hampir di semua daerah mengalami kekurangan guru yang selanjutnya diisi dengan GTT,” tutur Ichwan, Kamis (12/7/2018).

Namun, hak yang diperoleh GTT kerap timpang jauh dari PNS meski beban kerjanya sama bahkan lebih besar.  Apalagi kemampuan daerah memberikan gaji berbeda-beda.

“Kalau di Surabaya mungkin baik. Gaji GTT masih Rp 3 juta lebih. Tapi di daerah itu ada yang Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu. Ini kan tidak layak, padahal mereka juga memenuhi kualifikasi S1,” tutur Ichwan.

Dengan adanya TPP, Ichwan berharap gaji yang kecil tersebut dapat tertutupi. Permasalahannya, selama ini GTT tidak bisa mengikuti sertifikasi.

Karena itu, usulan GTT untuk diikutkan dalam sertifikasi sudah sangat tepat dan bagus.

“Padahal dalam UU yang ada juga sudah dijelaskan, bahwa guru berhak mendapat penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum,” tandasnya.

Terkait sertifikasi ini, usulan perubahan juga dicantumkan untuk guru dalam jabatan yang belum tersertifikasi.

Halaman
123
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help