Grahadi

Pakde Karwo Sebut RSI Memperkuat Fasilitas Pelayanan Kesehatan Berkualitas di Jatim

Gubernur Jatim, Soekarwo, mendampingi Wapres RI Jusuf Kalla meresmikan fasilitas di RS Islam Surabaya.

Pakde Karwo Sebut RSI Memperkuat Fasilitas Pelayanan Kesehatan Berkualitas di Jatim
ist/humas pemprov jatim
Peresmian RSI Surabaya di Jl A Yani, Surabaya, Kamis (12/7/2018) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jatim, Soekaro, menyebut kehadiran Rumah Sakit Islam Surabaya (RSIS) di Jl. A Yani no. 24 Surabaya semakin memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan berkualitas di Jawa Timur.

Dengan kualitas tersebut, dia berharap RSI semakin berkontribusi aktif dalam melakukan upaya promotif dan preventif kesehatan bagi masyarakat Jatim.

Hal itu disampaikan Soekarwo saat mendampingi Wakil Presiden RI, Dr. (HC) H. Muhammad Jusuf Kalla meresmikan Gedung Graha RSIS, Kamis (12/7).

Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim mengatakan, secara struktur, fasilitas pelayanan kesehatan di Jatim sudah sangat lengkap.

Di tingkat desa misalnya, terdapat 5.721Pondok Bersalin Desa (Polindes) dan 3.212 Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes).

Sedangkan di tingkat kecamatan terdapat 964 Puskesmas dan 2.720 Puskesmas Pembantu (Pustu). Kemudian ti tingkat kota, telah terdapat 377 RS.

“Dari 377 Rumah Sakit itu, sebanyak 75 persen sudah terakreditasi. Dari seluruh RS di Jatim itu, tujuh puluh persennya adalah rumah sakit swasta. Karena itu, kami memberi apresiasi kepada RSIS yang terus meningkatkan pelayanan yang berkualitas bagi masyarakat,” kata Soekarwo.

Pakde Karwo menambahkan, meski fasilitas tersebut sudah lengkap, namun diharapkan pelayanan kesehatan diseluruh tingkat, mulai desa hingga kabupaten/kota, bahkan sampai pusat, agar lebih mengutamakan penguatan fungsi promotif dan preventif, yakni dengan mempromosikan gaya hidup sehat dan pencegahan penyakit

“Jadi konsepnya adalah bagaimana agar orang hidup sehat, bukan mengobati atau menyembuhkan orang sakit atau kuratif. Pembiayaan di BPJS sebagian besar adalah di kuratif, saya pikir konsep JKN akan jebol jika konsep utamanya adalah menyembuhkan orang sakit. Kita harus lebih mengutamakan upaya promotif-preventif,” tambahnya.

Gubernur kelahiran Madiun ini mencontohkan, salah satu upaya promotif-preventif adalah dalam menangani gizi buruk.

Halaman
12
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved