Pileg 2019

Meski Kalah di Pilgub, DPC PDIP Surabaya Optimistis Menang di Pileg 2019

Wisnu optimistis PDIP akan kembali meraih kemenangan dalam PIleg sebagaimana lima tahun lalu

Meski Kalah di Pilgub, DPC PDIP Surabaya Optimistis Menang di Pileg 2019
tribun jogja/hasan sakri gozali
Ilustrasi bendera PDI Perjuangan 

SURYA.co.id | SURABAYA – DPC PDIP Kota Surabaya menyiapkan 50 orang untuk maju mendaftar sebagai bakal calon legislatif ke KPU Surabaya. Meski kalah di Pilgub Jawa Timur, partai berlambang banteng ini optimistis tetap akan meraih hasil perolehan maksimal dalam Pileg 2019 mendatang.

Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, mengatakan sudah menyerahkan sebanyak 50 nama anggota celag yang akan maju dalam Pileg. Legislator yang akan maju PIleg diajukan untuk dievaluasi di DPP PDI Jawa Timur.

“Berkas bacaleg sudah kami serahkan ke DPD untuk diseleksi internal. Kalau sudah kemarin kita sudah kirimkan ke DPP untuk dievaluasi,” kata Whinu, Kamis (12/7/2018).

Ia mengatakan hasil Pilgub di mana PDIP kalah dalam memenangkan pasangan calon yang diusung yaitu Syaifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno, dipastikan tidak akan berpengaruh ke Pileg.

Ia optimistis PDIP akan kembali meraih kemenangan dalam PIleg sebagaimana lima tahun lalu, di mana ada sebanyak 15 orang legislator yang saat ini duduk ke DPRD Kota Surabaya.

“Target kursi kami, pokoknya menang. Kalau lihat di PIlgub kemarin itu suara dari PDIP yang bergerak di Surabaya, kalau paslon setelah dibagi banyak partai, ya menang telak kita,” imbuh Whisnu.

Selanjutnya, WHisnu mengatakan hampir semua kader partai PDIP yang saat ini menjadi wakil rakyat di DPRD Surabaya akan kembali maju di Surabaya.

Dari 15 orang legislator, yang naik mencalonkan diri ke DPRD Provinsi Jawa Timur hanya satu orang yaitu Armuji.

“Dari yang lama yang maju ke DPRD Provinsi hanya satu orang. Jadi sisanya 14 akan maju lagi, selain itu akan diwarnai dengan nama-nama baru untuk menjadi wakil rakyat Surabaya,” ucapnya.

Sesuai aturan internal, bagi yang sudah menjadi anggota dewan sebanyak dua periode dikatakan Whisnu harus mendapatkan izin dari DPP.

Nama-namanya sudah dikirimkan, sehingga saat ini tinggal menunggu hasil evaluasinya. Memang dari segi kader yang maju ke DPRD Provinsi Jawa Timur, dari Surabaya hanya saru orang.

Menurutnya yang lebih dari dua kali menjabat sebagai legislator di Surabaya tidak diajuukan naik ke provinsi, hal itu terkait hitungan dalam meraup suara masyarakat.

“Kita bicaranya tidak personal, tapi kita evaluasinya dari kekuatan partai,” pungkas Whisnu yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Surabaya ini.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved