Citizen Reporter

Karier Total, Jangan Setengah-setengah

Maju atau tidaknya suatu peradaban karena faktor profesionalitas. Jangan berharap akan sukses jika mengerjakan pekerjaan dengan setengah-setengah.

Karier Total, Jangan Setengah-setengah
ist

Stikes Bina Sehat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), kedatangan tamu istimewa, Sabtu (7/7/2018). Habiburrahman El-Sirazy yang akrab disapa Kang Abik diundang untuk mengisi acara Persiapan Karir Mahasiswa Pascawisuda Stikes Bina Sehat PPNI Mojokerto.

Bertempat di Gedung Graha Bina Sehat PPNI, peserta yang terdiri atas mahasiswa keperawatan dan kebidanan tingkat akhir yang didampingi orang tua/wali, riuh menyambut kedatangan novelis Ayat-Ayat Cinta itu. Kang Abik menyapa peserta dengan ramah. Seketika, peserta menjawab dengan kompak dan bersemangat.

“Siapa yang ingin sukses dunia dan akhirat?” tanya Kang Abik disambut semua mahasiswa yang mengangkat tangan dengan wajah bahagia. Pertanyaan serupa juga ditujukan kepada orang tua/wali mahasiswa.

Apa yang ditanyakan Kang Abik, sangat relevan dengan tema yang diusung. Ada tiga yang dapat digarisbawahi, yaitu berbakti kepada kedua orang tua, berbakti kepada guru, dan profesionalitas.

“Berbakti kepada kedua orang tua yang kalau dalam Islam disebut birrul walidain, adalah perintah Allah yang pertama. Itu salah satu kunci sukses,” terang Kang Abik.

“Caranya dengan mendoakan orang tua setiap hari, baik untuk yang masih hidup atau sudah meninggal,” ujanya.

Jika ingin sukses, salah satu kuncinya adalah ilmu yang bermanfaat. Salah satu caranya dengan mendoakan guru-guru setiap hari agar dosa-dosanya agar diampuni Allah, diberikan panjang umur, diberikan kesehatan, dan diberikan rezeki yang halal.

“Tak terkecuali juga guru-guru kita yang sudah meninggal,” tambah Kang Abik.

Yang paling menarik adalah profesionalitas. Menurutnya, maju atau tidaknya suatu peradaban karena faktor profesionalitas. Profesionalitas adalah totalitas orang dalam menyelesaikan pekerjaan. Jangan berharap akan sukses jika mengerjakan suatu pekerjaan dengan setengah-setengah.

“Alhamdulillah, saya pernah berkunjung ke Blomington, Amerika Serikat. Di Indiana University perpustakaannya buka 24 jam,” tuturnya.

Mendengar pernyataan itu, berbagai reaksi muncul dari peserta. Ada yang terkagum-kagum, ada yang berkomentar pasti petugasnya mendapat banyak penghasilan dari lemburan, ada juga yang skeptis mengatakan paling-paling hanya buka saja tak ada yang membaca.

“Saya pun penasaran. Benarkah perpustakaan itu buka 24 jam? Kalau memang benar, apa ada yang baca? Saya dibuat takjub ketika pukul 01.00 mengunjungi perpustakaan itu, pengunjung yang datang sangat banyak dan semuanya asyik membaca buku. Waktu itu bagi saya seperti siang. Bayangkan, dini hari mereka (mahasiswa) masih membaca. Bagaimana kita tidak ketinggalan informasi? Langkah mereka jauh lebih cepat daripada kita,” ujar Kang Abik.

Semua peserta diam. Ilustrasi itu membuat orang berpikir tentang kemauan untuk mewujudkan keinginan yang harus dimulai.

“Ingatlah hukum peradaban. Orang yang malas akan digilas orang yang rajin,” pungkas Kang Abik menutup acara.

Moh Zainudin
Staf Pengajar di Stikes Bina Sehat PPNI Mojokerto
zenika59@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved