Sambang Kampung Perak Barat

Warga RT 07/RW III Ikan Krapu Kompak Hijaukan Kampung dengan Tanaman Ikonik Pandan Wangi

Saat memasuki kawasan kampung di Jalan Ikan Kerapu VI RT 7 RW 3 Kelurahan Perak Barat Kecamatan Krembangan, puluhan tanaman berjajar rapi.

Warga RT 07/RW III Ikan Krapu Kompak Hijaukan Kampung dengan Tanaman Ikonik Pandan Wangi
SURYAOnline/Danendra
Warga RT 7 sedang merawat tanaman hidroponik dan tanaman ikonik pandan wangi, Rabu (11/7/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Saat memasuki kawasan kampung  di Jalan Ikan Kerapu VI RT 7 RW 3 Kelurahan Perak Barat Kecamatan Krembangan, puluhan tanaman berjajar rapi memberi nuansa serba hijau.

Puluhan tanaman tersebut mulai terlihat dari pintu masuk hingga ujung kampung. Para warga memanfaatkan lahan kosong di halaman rumah untuk menanam sejumlah tanaman.

Lahan di perkampungan itu cukup sempit, antara rumah saling berhadapan jaraknya hanya 2 meter.

Para warga memanfaatkan tembok untuk meletakkan tanaman. Mereka meletakkan tanaman dengan botol bekas yang terpaku di tembok sebagai pengganti pot. Botol tersebut juga di cat berbagai warna dengan tambahan motif bunga.

Hariyanto selaku ketua RT 7 mengatakan, penghijauan kampungnya dimulai tahun 2013. Kegiatan penghijauan dilakukan oleh seluruh warganya dengan cara gotong-royong.

"Kami semua bahu-membahu menghijaukan kampung. Antusias warga sangat besar," katanya.

Sebelum melakukan penghijauan, Hariyanto mengumpulkan dana sukarela dari warga untuk membeli tanaman. Selain itu, dirinya juga mewajibkan warganya untuk membeli 5 jenis tanaman. Penghijauan dilakukan warganya setiap 2 minggu sekali saat kegiatan rutin kerja bakti.

"Saya tidak pernah mematok harga urunan. Uang sumbangan dari warga akan digunakan untuk menghijaukan area pintu masuk kampung dan membeli tanah. Saya juga mewajibkan warga membeli 5 tanaman, tapi ternyata warga malah membeli lebih dari jumlah itu," terangnya.

Agar memberi kesan rimbun, Hariyanto tal hanya membeli tanaman yg tumbuh di dalam pot. Tetapi juga membeli tanaman merambat seperti markisa.

"Manfaat lainnya ialah buah markisa dapat dikonsumsi dan dioleh menjadi minuman," ucap ketua RT yang telah menjabat selama 4 periode itu.

Hariyanto mengaku, warga RT 7 terbilang kompak. B budaya gotong-royong tidak hanya diterapkan pada waktu penghijauan. Pemeliharaan tanaman warga membuat jadwal piket setiap harinya.

"Kami membuat jadwal piket perawatan tanaman setiap harinya. Agar tanaman tumbuh subur," ujarnya.Ia menambahkan, agar kampungnya memiliki perbedaan dengan kampung penghijauan lain. Tercetus ide membuat gerakan satu keluarga dua tanaman pandan wangi. "Kami menyebut kampung kami sebagai kampung pandan wangi. Setiap rumah wajib memiliki tanaman pandan wangi," sebutnya.

Sri Suminarti warga RT 7 mengungkapkan, sebelum menjadi hijau kampungnya terkenal gersang. Sebab, hanya segelintir warga yang menanam tumbuhan. "Sekarang jauh berbeda ketimbang lima tahun silam. Udaranya sudah segar nan sejuk karena 60 tanaman yang tumbuh di kampung," kata Sri.

Warga lain bernama Ani Rakanto, mengaku banyak warga dari kampung lain kagum melihat perubahan kampungnya.

"Mereka juga ingin belajar cara menghijaukan kampung," pungkasnya.

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help