Berita Surabaya

RSHP Unair Diminta Tangani Hewan Nonpeliharaan, Dekan FKH Sebut RSHP Miliki 3 Fungsi ini

Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) Universitas Airlangga diresmikan pada Rabu (11/7/2018).

RSHP Unair Diminta Tangani Hewan Nonpeliharaan, Dekan FKH Sebut RSHP Miliki 3 Fungsi ini
SURYAOnline/sulvi sofiana
Menristekdikti Prof Mohamad Nasir saat mengunjungi Rumah Sakit Hewan Peliharaan Pendidikan Universitas Airlangga, Rabu (11/7/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA –  Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) Universitas Airlangga diresmikan pada Rabu (11/7/2018). Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Prof Mohamad Nasir saat menghadiri peresmiannya mengungkapkan RSHP Unair ini diharapkan tidak hanya perhatian kepada hewan-hewan jenis piaraan, tapi hewan konsumsi atau hewan potong.

Peresmian itu juga diharapkan meningkatkan nilai tambah peran universitas kepada masyarakat, khususnya penyelesaian masalah-masalah pada hewan konsumsi, misalnya, penyakit kuku, mulut, dan vitamin.

“Letaknya yang dekat dengan Rumah Sakit Universitas Airlangga, RSHP juga diharapkan ke depan mampu menjalin kolaborasi penelitian terkait dengan penyakit yang berasal dari hewan,”ujarnya.

Selain itu, penyediaan fasilitas peningkatan pendidikan bagi para mahasiswa tetap menjadi hal yang utama meski terdapat layanan bisnis pada RSHP Unair.

Rektor Unair Prof Moh Nasih mengungkapkan keberadaan RSHP Unair ini didirikan untuk memberikan fasilitas penunjang pendidikan kepada seluruh civitas, baik dosen, mahasiswa, maupun yang lain, terutama ditujukan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan.

“RSHP ini adalah lab yang ditujukan untuk peningkatan produk-produk akademik. RSHP ini juga berperan sebagai support Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unair. Selain itu, RSHP menjadi bentuk pengabdian Unair terhadap masyarakat,” lanjutnya.

Dekan FKH Unair, Prof drh Pudji Srianto menjelaskan bahwa RSHP Unair diharapkan memiliki tiga fungsi. Yakni, perawatan kesehatan hewan, edukasi, dan rekreasi.

“Soal perawatan hewan, jelas ini memberikan pelayanan yang berhubungan dengan kesehatan hewan,” ujarnya.

Fungsi pendidikan, tambahnya, tentu terjadi pelibatan sivitas akademik, baik mahasiswa ko-asistensi maupun tenaga dosen dalam proses-proses perawatan hewan. “Fungsi rekreasi, selain vaksinasi, nanti dapat berupa pada pelayanan grooming. Jadi, ke depan, ada upaya membuat kenyamanan bagi pet animal,” tuturnya.

Prof Pudji menambahkan, RSHP Unair bertujuan mempeluas jangkauan layanan kesehatan hewan terhadap komoditas ternak maupun hewan kesayangan. Lalu menjadi rujukan dokter hewan praktik, laboraturium daerah, dan puskeswan (Pusat kesehatan hewan) di Jawa Timur.

”Termasuk menjadi pusat informasi kesehatan hewan dan sebagai salah satu mitra pemerintah dalam pengendalian penyakit dan peningkatan kesehatan veteriner,” pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help