Pemkot Surabaya

Risma Terima Lee Kuan Yew Award, Prof Johan Silas: Surabaya Itu Paling Kuat Lingkungan Hijaunya

Penghargaan Lee Kuan Yew yang diperoleh Kota Surabaya bukan hanya kebanggan bagi warga Surabaya. Melainkan juga membawa nama besar Indonesia.

Risma Terima Lee Kuan Yew Award, Prof Johan Silas: Surabaya Itu Paling Kuat Lingkungan Hijaunya
foto: istimewa
PENGHARGAAN - Wali Kota Tri Rismaharini saat menerima penghargaan Lee Kuan Yew World City Prize kategori Special Mention pada acara World Cities Summit (WCS) 2018, di Marina Bay Sands Expo and Convention Center, Singapura, Senin (9/7/2018) malam. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penghargaan Lee Kuan Yew yang diperoleh Kota Surabaya bukan hanya kebanggan bagi warga Surabaya. Melainkan juga membawa nama besar Indonesia di Asia Tenggara dan Internasional.

Hal ini disampaikan Profesor Johan Silas, tokoh arsitektur Indonesia di bidang pemukiman dan lingkungan yang turut menyusun artikel proses pengajuan penghargaan Lee Kuan Yew di Singapura.

Silas mengatakan alasan Surabaya bisa menang adalah, selain memenuhi sejumlah kriteria penghargaan Lee Kuan Yew, juga karena Surabaya memang berhasil membangun lingkungan perkampungan.

"Sampai saat ini Surabaya paling kuat dari sisi lingkungan. Di Surabaya masih bertahan dengan lingkungan yang hijau, New York saja terbatas kehijauannya. Kedua, yang luar biasa di Surabaya adalah bagaimana kota ini bekerjasama dengan kampung," kata Silas, saat ditemui di Balai Kota Surabaya, Selasa (10/7/2018) lalu.

Silas menjelaskan, Surabaya sengaja tak menonjolkan real estate, karena seluruh dunia punya hal yang sama sehingga tak ada yang istimewa.

"Kalau kita bicara soal kampung, maka kita punya kelebihan banyak. Semua kota mungkin punya kampung, tapi yang sebaik dan sedinamis di Surabaya tentu jarang," tambahnya.

Pria yang berprofesi sebagai dosen ini pun ikut mengapresiasi kerjasama Pemkot Surabaya dengan rakyatnya sehingga terwujud kampung yang luar biasa.

Menurut Silas, penghargaaan Le Kuan Yew punya satu kelebihan luar biasa dibandingkan penghargaan lainnya. Tak semata-mata membandingkan keberhasilan antarkota dalam mengelola lingkungan, namun juri pun melihat kemajuan sebuah kota selama tiga tahun terakhir. Bahkan para juri melihat bagaimana warga Surabaya merasakan perubahan di lingkungan mereka.

"Kita semua tahu bagaimana kota Surabaya ini berubah, tidak selama tiga tahun ini saja bahkan setiap tahun. Teman-teman di Kementerian Lingkungan Hidup mengatakan untung ada Surabaya lho, karena tidak ada kota di Asia yang berkembang seperti Surabaya. Ini tentu tidak hanya untuk Surabaya saja tapi nilai Indonesia dilihat dunia internasional," terangnya. (fz/diy)

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help