Berita Mojokerto

PPDB SMP Pakai Zonasi, Begini Nasib Sekolah Pinggiran di Kabupaten Mojokerto yang Kekurangan Siswa

Pada penerapan zonasi pendaftaran PPBD gelombang I, SMPN 2 Trawas hanya memperoleh 52 siswa.

PPDB SMP Pakai Zonasi, Begini Nasib Sekolah Pinggiran di Kabupaten Mojokerto yang Kekurangan Siswa
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Ilustrasi antrean calon pendaftar PPDB SMP 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Mojokerto kembali membuka pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP gelombang II nonzonasi untuk mengatasi permasalahan kekurangan siswa di tingkat sekolah SMP.

Ini dilakukannya lantaran masih banyak sekolah yang belum memenuhi kuota siswanya. Dampak penerapan zonasi di PPDB SMP ini sangat dirasakan seperti sekolah pinggiran, seperti di SMPN 2 Trawas.

Pada penerapan zonasi pendaftaran PPBD SMP gelombang I, SMPN 2 Trawas hanya memperoleh 52 siswa. Itupun masih jauh untuk memenuhi kuota sebanyak 128 siswa.

Panitia PPDB SMPN 2 Trawas, Siti Marfuah, menuturkan pihak sekolahan hingga pembukaan PPBD SMP gelombang II kekurangan sebanyak 67 siswa dari target yang telah ditentukan. Berkurangnya jumlah siswa di sekolahnya tersebut diduga lantaran adanya sistem zonasi yang menyebabkan siswa dari perbatasan wilayah Prigen Pasuruan tidak bisa daftar ke SMPN 2 Trawas.

"Dua tahun lalu sejak penerapan sistem zonasi siswa dari luar daerah tidak bisa bersekolah di SMPN 2 Trawas karena dari luar daerah hanya mendapat jatah lima persen," ujarnya, Rabu (11/8/2018).

Menurut Siti, selain penerapan sistem zonasi yang memengaruhi berkurangnya siswa yaitu minimnya lulusan SD/MI yang kebanyakan mereka bersekolah di lembaga swasta ataupun pondok pesantren di luar daerahnya. Ada empat kelas yang selalu terpenuhi sebelum diterapkan zonasi ini.

"Masih kurang 67 siswa padahal PPDB gelombang II terakhir besok 13 Juli," jelasnya.

Dari PPDB gelombang I, sebanyak 11 sekolah SMP di Kabupaten Mojokerto kekurangan siswa. Informasinya, jumlah total 11 sekolah SMP yang kekurangan sebanyak 468 siswa.

Di antaranya, SMPN 1 Kutorejo, SMPN 1 Trowulan, SMPN 3 Kutorejo, SMPN 2 Pacet, SMPN 2 Dawarblandong, SMPN 2 Trawas, SMPN 2 dan 3 Gondang, SMPN Satap Kunjorowesi, SMPN Jatirejo dan SMPN 2 Mojoanyar.

Kasi Kurikulum SMP Kabupaten Mojokerto, Faisol Prastyo, menjelaskan ada 39 SMPN berada dalam pengawasan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto.

"Dari jumlah total tersebut memang ada 11 sekolah SMP yang belum memenuhi kuota atau kekurangan siswa," imbuh Faisol.

Adapun rinciannya 11 sekolah SMP yang belum memenuhi kuota yakni SMPN 2 Trawas kekurangan siswa sebanyak 67 siswa, SMPN 2 Pacet 76 siswa, dan paling banyak di SMPN 1 Kutorejo 106 siswa.

Faisol mengatakan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto menerapkan sistem zonasi pada gelombang I untuk pendaftaran penerimaan siswa tingkat SMP.

"Ada 18 kecamatan yang dibagi menjadi 4 zonasi hingga saat ini terhitung kekurangan 468 siswa," ungkapnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved