Berita Gresik

Pengumuman PPDB SMP Gresik Sering Eror, Calon Wali Murid Terpaksa Mondar-Mandir ke Sekokah

Para wali murid ini harus mondar-mandir ke beberapa sekolah karena pengumuman PPDB SMP via online sering eror

Pengumuman PPDB SMP Gresik Sering Eror, Calon Wali Murid Terpaksa Mondar-Mandir ke Sekokah
surya/sugiyono
Wali murid dengan teliti melihat papan informasi pengumuman PPDB SMP secara manual di SMP Negeri 2 Kebomas. Sebab, pengumuman PPDB secara online sering eror, Rabu (11/7/2018). 

SURYA.co.id | GRESIK - Calon wali murid SMP Negeri di Gresik harus rela mondar-mandir ke sekolah-sekolah hanya untuk memastikan putra -putrinya diterima PPDB SMP. Sikap cemas itu ketika wali murid kesulitan mendapatkan pengumuman PPDB SMP secara online yang sering eror.

Seperti yang terlihat di SMP Negeri 2 Kebomas Gresik, wali murid harus mondar-mandir ke beberapa sekolah karena harus datang ke sekolah pilihan pertama untuk memastikan anaknya diterima di sekolah tersebut. Jika di daftar pengumuman PPDB SMP di sekolah pertama tidak ada atau tidak diterima, maka wali murid harus datang ke sekolah pilihan kedua.

Jika tidak diterima di sekolah pilihan kedua, wali murid pindah lagi ke sekolah pilihan ketiga PPDB SMP Gresik untuk memastikan anaknya diterima di sekolah negeri.

"Anak saya tidak diterima di SMP Negeri 2 Kebomas. Ini mau pindah melihat informasi ke SMP Negeri 1 Manyar sebagai pilihan kedua," kata wali murid SD Negeri 1 Randuagung yang mendaftarkan anaknya ke SMP Negeri 2 Kebomas, Rabu (11/7/2018).

Para wali murid ini harus mondar-mandir ke beberapa sekolah karena pengumuman via online yang kurang cepat dan sering eror.

"Tadi sudah muncul pengumuman di internet. Kemudian hilang lagi. Akhirnya terpaksa datang ke sekolah untuk melihat secara langsung," imbuhnya.

Begitu juga dikeluhkan dengan wali murid lain yang dari Desa Randuagung Kecamatan Kebomas, yang mendaftarkan anaknya ke SMP Negeri 2 Kebomas.

Harapannya mendaftarkan anaknya ke sekolah yang dekat dari rumah agar diterima di sekolah tersebut. Sebab, salah satu prioritas penerimaan siswa baru yaitu dari warga sekitar.

"Buktinya, anak saya tidak diterima di SMP Negeri 2 Kebomas. Ini masih mau melihat pengumuman di SMP Negeri 1 Manyar," katanya sambil melihat handphone android untuk melihat pengumuman secara online yang sering eror.

Sementara Ketua Komisi IV Khoirul Huda mengatakan bahwa untuk program penerimaan siswa baru sudah dianggarkan. Termasuk sistem online dan panitia.

"Include jadi satu dalam anggaran PPDB SMP. Tanyakan langsung ke Dinas Pendidikan (Dindik)," kata Huda.

Politisi PPP ini menambahkan untuk siswa SMP Negeri dan swasta MI/MTs sudah dianggarkan untuk seragam sekolah. Sehingga siswa-siswi dapat seragam gratis.

"Hasil hearing dengan Dindik untuk swasta MI/MTs anggaran seragam diikutkan dianggaran Bos daerah, untuk negeri masih proses di balai lelang pemerintah ( BLP)," imbuhnya.

Sementara Mahin, Kepala Dindik Gresik,  tidak dapat dikonfirmasi sampai berita ini ditayangkan. Baik melalui telepon selulernya dan di kantornya juga tidak ada.

Penulis: Sugiyono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved