Lifestyle

Pameran No Limit No Fear: Lawan Jenuh, 30 Seniman Lukis Tuangkan Ide lewat Media Botol dan Aluminium

Ketika para seniman tergabung dalam Forum Aliansi merasa jenuh, mereka menantang diri sendiri untuk berkarya menggunakan media lain.

Pameran No Limit No Fear: Lawan Jenuh, 30 Seniman Lukis Tuangkan Ide lewat Media Botol dan Aluminium
SURYA/delya octovie
Dua pengunjung mengamati sebuah karya lukis di Galeri Paviliun House of Sampoerna, Rabu (11/7/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketika para seniman tergabung dalam Forum Aliansi merasa jenuh, mereka menantang diri sendiri untuk berkarya menggunakan media lain.

Alih-alih memakai media mainstream layaknya kanvas, 30 seniman lulusan SMKN 11 Surabaya ini meninggalkan zona nyaman mereka.

"Ada seniman air brush yang awalnya medianya dia seperti helm atau motor. Dia sempat jenuh dan bertanya-tanya, kapan ya karya saya bisa masuk ke galeri? Akhirnya ia menggunakan media botol kaca seperti ini," tutur Miftahul Khoir, ketua Forum Aliansi 2018 dalam press conference pameran 'No Limit No Fear' di Galeri Paviliun House of Sampoerna, Rabu (11/7/2018).

Ada pula seniman bernama Emil yang membuat karya dengan media aluminium.

Emil merupakan seniman yang selalu menggunakan kanvas untuk karya-karyanya, namun kali ini, ia ingin mencoba tantangan baru.

Karya berbahan dasar aluminium tersebut menggambarkan dunia laut, dengan sebuah kota di atasnya.

Emil juga meninggalkan cat yang biasa ia gunakan, dan menggunakan bolpoin sebagai alat gambarnya.

"Untuk membentuk aluminium ini dipukuli dulu pakai alat khusus, baru kemudian digambar menggunakan bolpoin. Senimannya ini memang teliti sekali orangnya," tutur Khoir.

Sedangkan Khoir menampilkan hal berbeda dari dirinya dalam pameran, dengan memajang karya lukisan abstraknya.

Selama ini, Khoir belum pernah memajang karya abstraknya dalam pameran-pameran Forum Aliansi yang sudah diadakan sejak tahun 2014.

"Saya sendiri merasa lebih nyaman sebenarnya ketika berkarya abstrak. Tetapi Surabaya belum bisa menghargai karya abstrak, jadi ini adalah tantangan saya," imbuhnya.

Tujuan utama dari 'No Limit No Fear' ini menurut manajer museum dan marketing House of Sampoerna, Rani Anggraini, adalah menerjemahkan pemahaman akan keberanian melalui beragam cara, dan keluar dari pakem yang selama ini mereka anut.

"Kami ingin menerjemahkan tema 'No Limit No Fear' dengan berkarya tanpa media konvensional. Ada yang melukis di atas skateboard, seng, membuat patung dari resin, dan lain-lain. Kami ingin menunjukkan bagaimana ketika mereka keluar dari batasan-batasan mereka," jelasnya.

Pameran 'No Limit No Fear' akan diselenggarakan 13 Juli - 11 Agustus 2018.

Ini adalah pameran pertama yang digelar di Galeri Paviliun, yang merupakan ruang galeri baru House of Sampoerna. (del)

Penulis: Delya Octovie
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help