Berita Surabaya

Menristek Dikti Moh Nasir : Unair Harus Lahirkan Inovasi Baru di Bidang Farmasi

Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi Prof Moh Nasir mengungkapkan kurang lebih hampir 92 persen bahan untuk farmasi merupakan hasil impor.

Menristek Dikti Moh Nasir : Unair Harus Lahirkan Inovasi Baru di Bidang Farmasi
surya/sulvi sofiana
Menristekdikti saat menyaksikan penandatanganan MoU Unair dengan Konimex dalam bidang pendidikan dan riset, Rabu (11/7/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya bekerjasama dengan Lembaga Penyakit Tropis Unair (ITD), Perhimpunan Peneliti Bahan Alam (PERI-HPBA) dan Phytochemical Society of Asia (PSA) menyelenggarakan seminar internasional tentang produk bahan alam dan keanekaragaman hayati (Bromo Conference, Symposium on Natural Products & Biodiversity, Rabu (11/7/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof Moh Nasir mengungkapkan kurang lebih hampir 92 persen bahan untuk farmasi merupakan hasil impor.

Oleh karenanya diperlukan riset agar hal tersebut dapat ditanggulangi, antara lain dengan memanfaatkan kekayaan alam dan biodiversitas yang melimpah ruah di Indonesia.

"Perguruan tinggi harus mengembangkan riset produk alami dan biodiversitas sehingga tidak hanya berhenti menjadi penelitian di perpustakaan. Saya berharap dengan seminar ini dapat dihasilkan inovasi baru atau produk baru yang dapat menangani beberapa masalah di bidang farmasi. Saya ingin Unair juga berperan penting lahirkan inovasi baru di bidang itu," ujar Nasir.

Rektor Unair, Prof Moh Nasih mengungkapkan konferensi ini penting karena berfokus pada produk nasional yang dibuat dari bahan-bahan alami dan biodiversitas, karena Indonesia kaya akan biodiversitas dan bahan dari alam yang bila diolah dapat hasilkan produk melawan berbagai penyakit.

Unair menurutnya melalui lembaga penyakit tropis sudah berkontribusi dengan melakukan riset di bidang penanggulangan malaria dan HIV-AIDS dengan menggunakan bahan-bahan alami.

"Riset harus semakin kuat dan berdampak baik pada masyarakat. Konferensi ini untuk memperkuat produk alami dan memperdalam riset biodiversitas di Indonesia dengan mengundang para peneliti internasional dalam bidang tersebut," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Unair juga lakukan penandatanganan MoU dengan Konimex dalam bidang pendidikan dan riset.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved