Berita Surabaya

Kemenristekdikti Naikan Anggaran Pengembangan Riset Stem Cell. Ini Alasannya

Kenaikan anggaran stem cell itu untuk memperbaiki penanganan terhadap penyakit-penyakit di Indonesia.

Kemenristekdikti Naikan Anggaran Pengembangan Riset Stem Cell. Ini Alasannya
surya/ahmad zaimul haq
Peneliti melakukan riset di laboratorium riset stem cell di Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell gedung Institute of Tropical Disease Universitas Airlangga Surabaya, Rabu (11/7/2018). Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) menaikkan anggaran pengembangan stem cell dari tahun lalu. Jumlah anggaran Rp9,3 miliar untuk tahun ini, tahun lalu yang Rp2,9 miliar hanya untuk stem cell. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penelitian stem cell di berbagai pusat riset perguruan tinggi berkembang pesat. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menaikkan anggaran pengembangan stem cell dari tahun lalu.

"Jumlah anggaran Rp 9,3 miliar untuk 2018 ini, sementara tahun lalu yang Rp2,9 miliar hanya untuk stem cell. Harapannya nanti akan berkontribusi memperbaiki rakyat indonesia dalam bidang kesehatan," Ujar Menristekdikti, Mohamad Nasir saat meresmikan Teaching Industry Stem Cell dan Metabolit Stem Cell di Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga Surabaya (Unair), Rabu (11/7/2018)

Kenaikan anggaran itu dilakukan untuk memperbaiki penanganan terhadap penyakit-penyakit di Indonesia. Menurut Nasir, di tangan peneliti, stem cell mampu melakukan perbaikan yang luar biasa terhadap penyakit-penyakit yang selama ini tergantung pada obat.

"Dalam teknologi dikenal dengan nama 'jumping' yang akan merubah ketergantungan pada obat menjadi perbaikan kesehatan melalui stem cell," ujarnya.

Nasir menegaskan, pemerintah mendukung pengembangan inovasi di bidang kesehatan. Diharapkan stem cell yang dikembangkan Unair dapat mengcover wilayah Indonesia timur selain Universitas Indonesia (UI) di wilayah Indonesia bagian barat.

"Dukungan pemerintah itu dengan mengembangkan laboratorium. Kedua mengembangkan sumber daya manusia (SDM) dengan membiayai setiap penelitian yang dilakukan agar bisa dikerjakan lebih cepat,"pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved