Berita Surabaya

Indonesia Memasuki Era ‘New Normal’, Investasi Harus Penuh Strategi

Perekonomian Indonesia tengah memasuki kondisi 'new normal' yang harus diwaspadai pemerintah dan investor

Indonesia Memasuki Era ‘New Normal’, Investasi Harus Penuh Strategi
kompas.com
ilustrasi investasi 

Presiden Trump dikenal mengusung kredo MAGA (make America Great Again) berhadapan dengan China, yang agresif dan inisiatif One Belt One Road, juga Made in China 2025.

Itu sebabnya pasar modal dan nilai tukar khususnya di negara berkembang bereaksi negatif ketika pemerintah China melemahkan mata uang yuan, setelah melonggarkan likuiditas.

Pelemahan Yuan dianggap sebagai langkah sengaja melakukan competitive devaluation guna mempertahankan ekspor China setelah terkena hambatan tarif.

Dampaknya, sebagian besar mata uang negara berkembang terus mengalami pelemahan.

Beragam faktor ketidakpastian eksternal itu membayangi berbagai upaya untuk memperkuat fundamental ekonomi Indonesia.

Terkait penguatan daya beli, Budi mengestimasi terjadi permintaan uang yang melebihi ekspektasi BI menjelang hari raya Idul Fitri yang lalu.

Selain melalui THR untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pensiunan, stimulus pemerintah dilanjutkan pada Juli ini dalam bentuk gaji ke-13 yang diharapkan mendorong daya beli masyarakat.

Bahana TCW juga mengapresiasi langkah Bank Indonesia pada pekan lalu, yang terus melakukan stabilisasi sembari tetap berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi.

Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga 7-day Reverse Repo Rate menjadi 5,25 persen dan relaksasi uang muka rumah atau Loan to value (LTV) pada kepemilikan properti pertama.

Stabilisasi nilai tukar dan obligasi negara sangat penting untuk menekan biaya menerbitkan surat utang luar negeri yang masih dibutuhkan untuk memacu pemulihan ekonomi.

Halaman
123
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help