Citizen Reporter

Hangat Jazz di Lereng Anjasmoro

Jazz disuguhkan dengan akrab dan penuh kekeluargaan, baik menu makanan maupun penginapan yang disuguhkan dengan suasana pedesaan yang alami.

Hangat Jazz di Lereng Anjasmoro
ist

Komunitas Jazz Jombang bekerja sama dengan Kampoeng Djawi, kembali menggelar perhelatan tahunan Jazz Kampoeng Djawi, Sabtu (7/7/2018). Tahun ini Idang Rasjidi, sang maestro jazz menyapa pengunjung.

Udara malam di lereng Gunung Anjasmoro di Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang sangat dingin. Itu tak membuat penikmat jazz berduyun-duyun datang untuk menikmati lantunan jazz dari para maestro.

Tidak hanya menyuguhkan tampilan, malam hari sebelumnya juga digelar workshop musik jazz. Idang Rasjidi yang mengisi workshop itu.

Jazz Kampoeng Djawi selalu mendatangkan guest star jazz papan atas. Tahun ini panitia berhasil mendatangkan Tompi, Idang Rasjidi, Tiyo Alibasjah with Sierra Soetedjo, Beben Jazz, dan Yohanes Gondo.

Sebelum itu, beberapa komunitas jazz juga tampil. Surabaya All Star, Komunitas Jazz Solo, Komunitas Jazz Malang, Jazz Fusion satu per satu menghangatkan udara malam dan menghibur penonton.

Jika malam itu Tompi yang tampil santai dengan topi khasnya membuat penonton berdecak kagum dengan teknik vokal suara tiruan (falsetto), lain lagi dengan Idang Rasjidi. Musisi jazz kawakan yang dikenal sering melahirkan musisi-musisi muda ternama, malam itu membawa tiga orang musisi yang masih sangat muda.

Permainan musik mereka sungguh mengagumkan. Mereka adalah Abey (14) memegang gitar, Samuel (15) pada bass, Josafat (16) pada posisi drum, Dennis (17) tampil bersama saxophone-nya, dan Sakhu Rasidi pada perkusi.

Tompi mengaku selalu berdebar-debar jika duet bersama dengan Idang Rasjidi. Ketika duet, Idang selalu spontan. Ia tidak pernah memberi tahu terlebih dulu lagu apa yang bakal dibawakan.

Mendengar pernyataan Tompi yang jujur, Idang Rasjidi tertawa lebar. “Inilah yang dinamakan jazz. Jazz adalah pemersatu, tidak ada jarak semua terjadi begitu saja dan menggembirakan. Antara penonton dan musisi tidak boleh ada jarak. Jazz is a language,” teriak Idang Rasjidi dengan suara lantang dan disambut gema tepuk tangan para penonton.

Inilah yang membedakan Jazz Kampoeng Djawi dengan even-even jazz lainnya. Jazz di sana disuguhkan dengan akrab dan penuh kekeluargaan, baik menu makanan maupun penginapan yang disuguhkan dengan suasana pedesaan yang alami.

Tak salah jika penikmat jazz selalu menyempatkan waktu untuk datang tiap tahun di even itu. Semoga even itu mendapatkan apresiasi positif dan setiap tahun Komunitas Jazz Jombang dan Kampoeng Djawi bisa kembali bekerja sama untuk menyuguhkan even berkualitas seperti itu.

Liestyo Ambarwati Khohar
Guru dan Pustakawan di SDIT Bahrul Ulum Surabaya
sirinekereta@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help