Berita Tulungagung

Difabel Semakin Mudah Mendapatkan SIM di Satpas SIM Tulungagung

Para difabel di Kabupaten Tulungagung kian dimudahkan dalam mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM). Ini buktinya...

Difabel Semakin Mudah Mendapatkan SIM di Satpas SIM Tulungagung
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Satlantas Polres Tulungagung, AKP Wisnu S Kuncoro dan petugas Satpas SIM Tulungagung mengarahkan warga difabel di ruang teori pengajuan SIM baru. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Wisnu S Kuncoro menjemput Munjari (34) yang duduk di atas kursi roda di ruang tunggu Satpas SIM Tulungagung.

Sesaat kemudian, Wisnu mendorong Munjari ke ruang teori permohon Surat Izin Mengemudi (SIM) baru.

Munjari adalah satu dari enam warga difabel yang mengajukan SIM. Munjari harus didorong petugas, karena tidak boleh ada pihak lain yang masuk Satpas SIM kecuali pemohon. Usai dari ruang teori, para penyandang disabilitas ini menuju tempat praktik mengemudi.

Motor yang digunakan adalah motor modifikasi roda tiga. Ujian yang diberikan berupa mengendara zigzag di antara pilon dan pengereman.

"Tidak ada yang mengendara angka delapan dan U seperti pemohon umumnya," terang Wisnu.

Usai tes praktik, mereka menuju ruang tunggu. Tidak sampai 15 menit menunggu, masing-masing sudah mendapatkan SIM. Menurut Wisnu, ada loket khusus penyandang disabilitas.

"Proses pelayanannya sama, tapi karena ada loket khusus jadi seperti dipercepat. Kami berharap kawan-kawan difabel memanfaatkan fasilitas ini," tambah Wisnu.

Baca: Memudahkan Pelayanan, Polresta Kediri Resmikan Ruang ICC dan e-SPKT

Tahun 2017 lalu Satlantas Polres Tulungagung mengeluarkan 25 SIM D (khusus difabel). Wisnu memrediksi, pemohon SIM D akan meningkat seiring kesadaran kaum disabilitas. Apalagi banyak di antara mereka yang mengandalkan motor khusus untuk mobilitas.

Satlantas Polres Tulungagung juga telah menggandeng komunitas difabel.

"Semua pemakai jalan harus mematuhi ketentuan, misalnya SIM. Termasuk teman-teman difabel," tandas Wisnu.

Munjari mengaku sangat terbantu dengan adanya loket khusus difabel. Sebab jika harus antre bersama warga lainnya yang normal, akan sangat menyusahkan mereka. Dengan loket khusus ini bagi Munjari, mendapatkan SIM serasa sangat mudah.

"Semoga ini dimanfaatkan teman-teman difabel lain. Ternyata mendapatkan SIM tidak sulit," ucapnya.

Warga Desa Segawe, Kecamatan Pagerwojo ini bekerja sebagai tukang servis telepon seluler.

Setiap hari Munjari mengandalkan motor roda tiga, untuk mencari sparepart maupun mengantar barang. Dengan medan menanjak, diperlukan keahlian khusus untuk mengendari roda tiga.

"Tes yang diberikan juga mewakili kebutuhan keahlian di lapangan," pungkasnya. 

Baca: Polisi-polisi Kekar Ringkus Kawanan Perampok di Kamar Hotel di Magetan

Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved