Pemkot Surabaya

Walikota Datang Antrean pun Hilang, Risma Ambil Alih Layanan KTP El di Dispendukcapil

"Saya baru lepas kalau 23.000 KTP Elektronik itu tercetak semua," kata Risma sebelum meninggalkan Gedung eks Siola.

Walikota Datang Antrean pun Hilang, Risma Ambil Alih Layanan KTP El di Dispendukcapil
surya/nuraini faiq
 Walikota Risma saat mengambil alih layanan pembuatan KTP di Kantor Dispenduk Capil gedung eks Siola, Selasa (10/7/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Hingga pukul 18.30, Wali Kota Surabaya Tri Rismharini masih tertahan di Kantor Dispenduk Capil Gedung eks  Siola Surabaya. Risma terus mengambil alih layanan pembuatan dan perekaman KTP Elektronik (KTP El) di gedung itu. 

 Tidak saja melamban karena masih ada sekitaf puluhan ribu KTP Elektronik di Surabaya yang belum tercetak.

"Saya baru lepas kalau 23.000 KTP Elektronik itu tercetak semua," kata Risma sebelum meninggalkan Gedung eks Siola. 

Tercatat selepas Lebaran, Risma sudah dua kali sidak layanan Urus KTP elektronik di Gedung Siola. Surya pernah memuat tulisan  antrean membeludak menunggu 6 jam hingga kelesotan di Gedung Siola persis setelah Lebaran. 

 Sebelum meninggalkan gedung itu, Risma marah dan kesal karena Selasa sore antrean masih saja menumpuk. Risma pun mengambil alih hingga mengumpulkan nomor antrean hingga menggenggam berkas pemphon warga Surabaya. 

 Dalam waktu sekitar satu jam antrean yang semula semrawut dan  menumpuk terurai. Risma meminta membuka Loket semua layanan sejak pukul 15.00. Risma sendiri yang mengambil alih layanan. 

 Pukul 16.00, antrean berkurang. Begitu magrib, ratusan warga yang semula antre memadati gedung Siola sudah longgar.

"Kalau tidak Bu Risma pasti antrean bisa sampai jam 21.00," ucap Ny Ida.

Hampir semua warga Surabaya yang antre mengaku salut dengan langkah Risma mengecek layanan di Dispenduk Capil. Sebab, mereka sudah antre sejak pagi tapi tak dipanggil-panggi. Sebab antrean begitu banyak. 

"Saya lebih baik bekerja kalau hanya menunggu sejak pagi tadi. Saya senang ada Bu Risma sehingga antrean bisa diatasi. Tapi saya kasihan lihat Bu Risma sampai angkat kursi dan ikut melayani warga," kata Mawardi, warga Bratang. 

Reaksi yang sama disampaikan Siti Farida, warga Kedung Cowek yang juga antre sejak pukul 09.30. Melihat Risma ambil alih dan atur sendiri layanan Dispenduk Capil, dia kagum. 

"Tapi pancen kebangetan. Masak antrean sejak pagi lama sekali. Syukur tadi ada Bu Risma. Kalau tidak layanan tetap lelet," kata Farida.  

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help