Pemkot Surabaya

Surabaya Dapat Lee Kuan Yew Award, Prof Johan Silas: Tiga Hal ini Keunggulan Surabaya

Warga Kota Surabaya patut berbangga atas penghargaan yang baru saja diraih oleh Kota Pahlawan, Lee Kuan Yew Award World City Prize.

Surabaya Dapat Lee Kuan Yew Award, Prof Johan Silas: Tiga Hal ini Keunggulan Surabaya
surabaya.tribunnews.com/Sulvi Sofiana
Prof Johan Silas (kiri) dalam sebuah acara. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Warga Kota Surabaya patut berbangga atas penghargaan yang baru saja diraih oleh Kota Pahlawan, Lee Kuan Yew Award World City Prize. Penghargaan ini cukup bergengsi dan dihormati di tingkat internasional. 

Artinya, jika lembaga ini memberikan penghargaan,  maka artinya Surabaya memang dinilai layak huni kalangan internasional. Dan yang membanggakan Kota Surabaya disejajarkan dengan kota-kota lain di negara maju. 

Menurut pakar tata kota Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bahwa penghargaan ini diberikan lantaran Lembaga Lee Kuan Yew Award menilai Surabaya adalah kota yang kreatif,  inovatif,  dan berkelanjutan.

Ada tiga aspek yang membuat Surabaya kuat dan dinilai unggul oleh lembaga internasional ini. Yang pertama adalah partisipasi masyarakatnya dalam membangun perkotaaan. 

Kita bisa melihat bagimana kooperatifnya masyarakat Surabaya dalam mengikuti program yang ditujukan untuk membentuk masyarakat kota yang lebih baik.  Dalam memperbaiki lingkungan tempat tinggal,  memperbaiki kualitas kesehatan dan peningkatan ekonomi. 

Berikutnya adalah aspek perkampungannya. Kita tentu ingat event Prepcomm III for UN Habitat III yang digelar 2016 lalu. Ini memberikan bukti bahwa PBB saja mengapresiasi bagaimana Surabaya mengembangkan kampungnya.

Di mana meski di tengah pertumbuhan kita yang begitu pesat,  namun wilayah perkampungan tetap terlindungi bahkan terawat dan bersih. 

Dan tentu aspek yang ketiga adalah bidang lingkungan. Banyak lingkungan perkampungan Surabaya  mendapatkan pujian banyak negara.  Kawasannya tetap bersih,  rapi, dan tertib. 

Bahkan coba kalau di taman-taman kita lihat tidak ada anak-anak yang mencoba memetik bunga atau bahkan menginjak rumput. Orang-orang juga banyak yang menanam rumput di luar pagar.

Artinya kesadaran menjaga lingkungan itu sudah tumbuh.  Meski di sejuah sungai itu masih ada yang kotor,  kalau ditelisik ternyata itu sungai provinsi.  Serta kawasan yang masih kumuh ternyata banyak dihuni warga pendatang.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help