Berita Surabaya

Proyek Underpass Bundaran Satelit Mangkrak, Begini Kata REI Jatim

Ada hal yang dianggap kurang jelas terkait komitmen antara Pemkot dan pengembang dalam kesepakatan pembangunan jalan ini.

Proyek Underpass Bundaran Satelit Mangkrak, Begini Kata REI Jatim
surya/fatimatuz zahro
Kondisi jalan overpass di bundaran satelit yang tidak kunjung difungsikan Pemkot meski sudah selesai dibangun, Selasa (10/7/2018). Sedangkan untuk pembangunan jalan underpass berhenti dan tidak dilanjutkan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pembangunan proyek underpass di Bundaran Satelit Kota Surabaya tidak kunjung dilanjutkan hingga hari ini, Selasa (10/7/2018). Meski overpass yang menghubungkan antara Ngesong dengan Tol Mayjend Sungkono sudah rampung seratus persen, namun penyelesaian underpass masih mangkrak tidak dilanjutkan.

Sebagaimana diketahui, proyek jalan ini bukan proyek Pemerintah Kota Surabaya, namun gabungan pengembang di Surabaya Barat yang tergabung dalam DPD REI Jawa Timur urunan untuk menyumbang jalan guna mengatasi kemacetan. Namun belum juga rampung menyelesaiakan proyek underpass, jalannya proyek ini mandek sejak Maret lalu.

Ketua DPD REI Jawa Timur, Danny Wachid, pada Surya mengatakan bahwa kontrak antara DPD REI dengan PT PP Property, selaku penggarap proyek, sudah selesai sejak bulan Februai 2018 lalu.

"Untuk overpass sudah selesai seratus persen. Untuk underpassnya sudah selesai 50 persen. Tinggal sayap yang menghubungkan Mayjend Sungkono dengan HR MUhammad yang butuh dilanjutkan. Namun untuk melanjutkan ini butuh ketemu antara pengembang dan Pemkot, untuk memutuskan yokopo enake," ucap Danny.

Sebab mekanisme yang dijalankan pengembang dalam urunan proyek ini adalah urunan by progress. Pengembang membayarkan urunan sesuai progress pengerjaan proyek.

Namun sejak kontrak habis, kelanjutan proyek itu pengembang ingin bertemu dengan pemkot khususnya Wali Kota Tri Rismaharini terkait komitmen penyelesaian jalan.

Selain soal pendanaan, masalah jaringan yang ada di bawah tanah di perencanaan jalan underpass itu juga harus diputuskan oleh pemkot. Seperti adanya pipa air, jaringan gas, dan jaringan fiber optik.

"Secara keseluruhan sejauh ini pengembang sudah menyumbang Rp 31 miliar untuk penyelesaian overpass dan separo underpass satelit, dari total Rp 70 miliar dana yang dibutuhkan," ucapnya.

Menurutnya ada hal yang dianggap kurang jelas terkait komitmen antara Pemkot dan pengembang dalam kesepakatan pembangunan infrastruktur jalan ini.

Dikatakan Danny, pengembang memang sudah beberapa kali bertemu dengan pejabat pemkot, namun tidak langsung dengan Wali Kota Risma yang berlaku sebagai pemegang keputusan.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help