Sosok Bonita

Potret Serunya Dukung Persebaya di Kandang Lawan Ala Ika Putri Sholicha

Tak hanya dapat menambah keluarga, awayday juga dijadikan Ika sebagai refreshing ketika penat dengan kuliahnya.

Potret Serunya Dukung Persebaya di Kandang Lawan Ala Ika Putri Sholicha
istimewa
Ika Putri Sholicha 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pertandingan tandang atau away setiap tim sepakbola ternyata tak melulu hanya soal kekhawatiran dan juga rawan bentrok antarsuporter saja. Ika Putri Sholicha, Bonita kelahiran Surabaya 27 Maret 1997, memetik pelajaran penting dari laga away Persebaya.

Menurut Ika yang asli dari Jemur Wonosari itu, mendapatkan pelajaran berharga saat mengawal tim kebanggannya Persebaya berlaga di kandang lawan.

Memiliki pengalaman away pertama saat Persebaya bermain di Manahan Solo lawan PSMS Medan saat Piala Presiden, membuatnya ketagihan mendampingi tim Bajul Ijo bermain di manapun berada.

"Makna awayday itu bisa dapat teman dan dari teman bisa jadi keluarga. Selain dapat teman baru yang pasti dapat momennya sih. Lagipula bosan juga kalau harus nonton matchnya Persebaya di SGBT terus, jadi bisa untuk lepas kejenuhan juga," kata Ika Putri Sholicha, Senin (9/7/2018).

Tak hanya dapat menambah keluarga, awayday juga dijadikan Ika sebagai refreshing ketika penat dengan kuliahnya.

Saat ini, Ika terdaftar sebagai mahasiswi jurusan Ekonomi Manajemen semester 7 kampus Ubhara.

"Dari awayday kita juga punya kesempatan buat berkunjung ke stadion-stadion selain GBT. Makanya saya senang banget kalau ada yang ajak saya awayday," ujarnya.

Selain mendapat banyak dampak positif dari awayday, Ika juga menilai secara permainan Persebaya terlihat berbeda ketika bermain di tandang dan kandang.

"Kalau senangnya pasti saat Persebaya main di kandang karena didukung puluhan ribu Bonek. Selain itu faktor lapangan juga pengaruh ke permainan. Di GBT tim main lebih menguasai karena sudah paham dengan kondisi lapangan, tapi terlepas itu semua away memberikan banyak pengalaman," terang Ika.

Pada lawatan melawan Bhayangkara FC, Rabu (11/7/2018) mendatang pihaknya berharap agar Bajul Ijo tampil fokus meski lapangan PTIK dinilai keras.

"Harapan saya, tim tetap fokus, harus bermain dengan ciri khas arek-arek Surabaya pastinya, jangan kalah sama Bhayangkara meski kabarnya tanpa bonek," tutupnya.

Penulis: Dya Ayu
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help