Kilas Balik

Penyesalan Soeharto Karena Abaikan Teguran Benny Moerdani, Kekuasaannya pun Tumbang

Soeharto ternyata tidak terima oleh teguran Benny Moerdani yang dianggap sangat kurang ajar dan setelah itu hubungan mereka berdua memburuk

Penyesalan Soeharto Karena Abaikan Teguran Benny Moerdani, Kekuasaannya pun Tumbang
Kolase surya.co.id
Benny Moerdani - Soeharto 

Kami memohon bapak untuk menunda dulu keputusan beliau," tulis Mbak Tutut. 

Soeharto lalu bertanya alasan anak-anaknya menolak keputusannya. 

Menurut Mbak Tutut, saat itu dia dan adik-adiknya beranggapan pendukung bapaknya masih banyak sekali dan siap maju. 

Mereka juga siap turun ke jalan melawan demonstrasi yang saat itu berlangsung. 

Hal itu dilakukan untuk menunjukkan bahwa Soeharto tidak bersalah dan dia tidak sendiri karena masih banyak rakyat yang loyal. 

Lalu, meluncurlah kalimat bijaksana dari Soeharto

“Sadarkah kalian setelah mereka (pendukungmu/yang mendukung Bapak) turun ke jalan, akan banyak lagi korban.

Tidak!!!!

Bapak tidak mau itu terjadi, hanya untuk mempertahankan kedudukan bapak dan semakin banyak lagi korban akan berjatuhan.

Lebih baik bapak berhenti, kalau memang sudah tidak dikehendaki untuk menjadi Presiden.

Kalian harus merelakan semua ini. Percayalah bahwa Allah tidak tidur.

Dan satu hal bapak minta pada kalian semua, jangan ada yang dendam dengan kejadian ini, dan jangan ada yang melakukan balas dendam, karena dendam tidak akan menyelesaikan masalah.”

Ucapan Soeharto ini membuat anak-anaknya terdiam. 

“Lagi pula kalau kamu balas dendam, belum tentu akan mengubah hidup kalian jadi lebih baik, yang ada malah mereka yang kalian balas itu belum tentu juga mau menerima, dan mereka akan membalas lagi.

Masalah pun tidak terselesaikan, malah yang terjadi permusuhan berkepenjangan, sampai kapan, tak ada yang tau.

Bersabarlah anak-anakku, karena orang sabar disayang Allah,” ucap Soeharto kala itu yang ditulis lagi oleh Mbak Tutut. 

Mbak Tutut dan Pak Harto
Mbak Tutut dan Pak Harto (dok)

Tulisan Mbak Tutut ini mendapat apresiasi netizen. 

A Linggar Lelana: Setuju mbak, dendam gak akan pernah menyelesaikan masalah.

Semoga, almarhum Bapak Presiden RI ke 2 HM Soeharto mendapatkan tempat yang terbaik disisi Nya dan diterima amal kebaikannya, Amiiin YRA…

Presiden RI Jenderal Besar HM Soeharto is the best, is good n is number one…

Dadang Saiful Rahman: Kami rindu sosok pemimpin negeri seperti Eyang. Saat ini sulit sudah untuk mendapatkan figur sepertinya .

Kami merasakan sangat tenang mudah nyari kerja. Aman dalam kehidupan.

Aris Setyawan : Sabar mbak Tutut dan keluarga..betul kata beliau Pak Harto Alloh tidak tidur, waktu perlahan membuktikan (bagi orang2 cerdas) sejarah sekarang perlahan tapi pasti Pak Harto pemimpin terbaik bagi Indonesia..

Baca: Perjalanan Cinta Soeharto dan Ibu Tien, Memori Bangku Sekolah hingga Maut Memisahkan

Baca: Kisah Tim OPK Eksekusi Para Begal di Era Soeharto, Dimasukkan Karung Hingga Dihujani Tembakan

Baca: Kisah Pahit Jenderal Hoegeng, Pensiun Dini Saat Usut Kasus yang Dinilai Guncang Kestabilan Negara

Baca: Kisah Intelijen Kopassus yang Sukses Menyusup ke Tubuh GAM, Sempat Ditembaki Temannya Sendiri

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Musahadah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help