Berita Surabaya

Lagi, Ikan Arapaima Gigas Ditemukan di Aliran Sungai Brantas, Pemilik Beri Keterangan Palsu?

Sudah ada 20 ikan arapaima gigas yang ditemukan di aliran Sungai Brantas. Pemilik berikan keterangan palsu?

Lagi, Ikan Arapaima Gigas Ditemukan di Aliran Sungai Brantas, Pemilik Beri Keterangan Palsu?
surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni
Warga saat menemukan ikan Arapaima di sungai Brantas 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemilik Ikan Arapaima Gigas diduga memberikan keterangan palsu tentang jumlah ikan yang telah disebarnya di aliran Sungai Brantas.

Hal ini diungkapkan Lembaga Konservasi Lahan Basah (Ecoton)

Maklum saja, dua ekor ikan predator itu kembali ditemukan warga di Desa Bangsri, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Minggu (8/7/2018).

"Pemilik ikan arapaima telah memberikan keterangan palsu. Pemerintah harus bertindak tegas," kata Rully Mustika Adya, Departemen Hukum Ecoton, Senin (9/7/2018).

Semula, sambung dia, pemilik ikan arapaima mengaku kepada penyidik Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Surabaya, ada 8 ekor yang dilepas. Kemudian diralat 18 ekor.

"Tapi sampai kemarin yang ditemukan sampai 20 ekor," ujar Rully.

Balai Karantina Ikan Dan Pengendalian Mutu Surabaya sendiri sudah memeriksa sejumlah saksi atas beredarnya ikan predator tersebut.

Termasuk seorang warga Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Mojokerto yang disebut seorang kolektor ikan arapaima gigas.

Sampai hari ini, kolektor tersebut masih memiliki 30 ekor ikan arapaima gigas di rumahnya.
Namun sudah diserahkan ke pemerintah dalam hal ini Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu.

Tersebarnya ikan arapaima di aliran Sungai Brantas disebut akan merusak ekosistem karena sifat ikan arapaima yang predator.

Sesuai peraturan Menteri Kalautan dan Perikanan Nomor 41 Tahun 2014, ada 152 jenis ikan yang dilarang masuk di perairan Indonesia, termasuk di antaranya Ikan araipama gigas. (Achmad Faizal)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Pemilik Arapaima Beri Keterangan Palsu soal Jumlah Ikan yang Dilepas

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help