Berita Mojokerto

Galeri Cokelat Mojopahit Mojokerto, Pengunjung Bisa Belajar Budidaya Cokelat di Wisata Terpadu

Wisata Desa BMJ Mojopahit, Desa Randu Genengan, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto kini mempunyai destinasi kebun cokelat.

Galeri Cokelat Mojopahit Mojokerto, Pengunjung Bisa Belajar Budidaya Cokelat di Wisata Terpadu
surya/mohammad romadoni
Seorang karyawan memperlihatkan cokelat batangan produksi BMJ Mojopahit, Desa Randu Genengan Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Wisata Desa BMJ Mojopahit, Desa Randu Genengan, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto kini mempunyai destinasi kebun cokelat.

Lebih dari dua bulan mulai beroperasinya pabrik pengolahan cokelat di dalam kawasan wisata itu diharapkan bisa berdampak baik untuk mendongkrak pengunjung.

Pemilik perkebunan cokelat sekaligus owner wisata Desa BMJ Mojopahit Mulyono (52) mengatakan, pihaknya punyai pedoman untuk terus upadate mengikuti setiap perkembangan di sektor pariwisata.

Secara totalitas ia mulai membangun wisata terpadu di lokasi wisata Desa BMJ Mojopahit yang telah ada selama 16 tahun ini.

"Kami akan terus melengkapi fasiltas wisata Desa BMJ Mojopahit salah satunya yaitu dengan adanya wisata terpadu kebun cokelat," tuturnya, Senin (9/7/2018).

Menurut dia, disebut wisata terpadu karena di tempat ada selain taman hiburan dan kolam renang juga dilengkapi dengan fasilitas edukasi berupa belajar menanam pohon cokelat (Kakao) mulai dari pembibitan hingga perawatannya.

Nantinya, pengunjung lebih diuntungkan lantaran bisa belajar lebih mengenal tananam pohon kakao hingga proses pengolahannya menjadi cokelat.

"Disini ada pabrik cokelat bisa diakses pengunjung yang ingin belajar tentang seputar cokelat," ujarnya.

Karena itulah, lanjutnya, pihaknya akan menerima dengan senang hati apabila ada tawaran dari sekolah yang ingin bekerjasama dalam bidang edukasi alam untuk menunjang pembelajaran dan aktivitas di luar sekolah mengenai cokelat.

"Kami telah bekerjasama dengan sekolah SMKN 1 Dlanggu untuk mengembangkan produk olahan cokelat dan galeri cokelat ini juga berlaku di sekolah lainnya,"ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help