Berita Madiun

Tujuh Tim Teknis Pengadaan Komputer Dindik Kota Madiun Diperiksa

Pemeriksaan terkait pengadaan komputer 56 SDN di Kota Madiun dengan nilai Rp 16 miliar.

Tujuh Tim Teknis Pengadaan Komputer Dindik Kota Madiun Diperiksa
surya/rahadian bagus
Dua pegawai Dinas Pendidikan Kota Madiun, yakni Kepala Seksi Sarana dan Prasarana, Sugiyanta dan stafnya bernama Heru Prasetyo diperiksa penyidik Unit Pidana Korupsi Polres Madiun Kota, Kamis (5/7/2018) siang. 

SURYA.co.id|MADIUN - Sebanyak tujuh orang anggota tim teknis pengadaan sarana dan prasarana kantor, paket pengadaan komputer tingkat sekolah dasar telah dipanggil Polres Madiun Kota. Ketujuh orang pegawai Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun itu diperiksa terkait dengan pengadaan komputer untuk SD se-Kota Madiun pada 2017.

Kepala Dindik Kota Madiun, Heri Wasana, ketika dikonfirmasi, Senin (9/7/2018) membenarkan pemanggilan tersebut. Heri menuturkan, pemeriksaan terkait dengan pengadaan komputer untuk 56 sekolah dasar negeri di Kota Madiun, dengan nilai anggaran sekitar Rp 16 miliar.

Heri Wasana juga mengakui dirinya juga telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, terkait hal yang sama. Namun, ia enggan menjelaskan materi pemeriksaan.

"Kalau terkait dengan itu tanya dengan pihak kepolisan saja. Sudah diperiksa sesuai dengan tupoksi masing-masing di dalam kedinasan," katanya.

Ia menuturkan pada saat itu pengguna anggaran (PA) dalam pengadaan komputer tersebut adalah Heri Ilyus yang kala itu menjabat sebagai Kepala Dindik Kota Madiun. Sementara dirinya, selaku pejabat penatausahan adminsitrasi (PPA).

Untuk diketahui terdapat beberapa  perubahan dalam SK Kepala DIndik Kota Madiun. Dalam SK bernomor 188-401-101/2136/2017 tentang penunjukan tim teknis pengadaan sarana dan prasarana kantor, paket pengadaan komputer tingkat sekolah dasar, nama Heri Ilyus dan Heri Wasana masuk dalam daftar tim teknis.

Kemudian dalam SK bernomor sama 188-401-101/2136/2017 dilakukan  perubahan daftar nama tim teknis. Nama Heri Ilyus dihilangkan dari dalam daftar tim teknis tersebut.

Selanjutnya, pada SK bernomor 900-401-101/2136/2017, dilakukan perubahan daftar nama tim teknis. Baik nama Heri Ilyus maupun Heri Wasana tidak ada dalam daftar.

Ketika dikonfirmasi, Heri Wasana membenarkan adanya perubahan terkait perubahan daftar nama daftar teknis pengadaan sarana dan prasarana kantor, paket paket pengadaan komputer tingkat sekolah dasar. Perubahan dilakukan karena terjadi kesalahan, bukan karena untuk menghindari pemeriksaan dari pihak kepolisian.

"Memang di dalam SK ini ada beberapa perubahan. Karena tim teknis yang membuatkan SK kan kepala dinas. Sementara Kepala Dinas sebagai PA, sehingga perlu dilakukan perubahan SK,"katanya.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help