Travel

Tradisi Manten Kopi di Perkebunan Kopi Karanganyar Blitar, Wujud Syukur Hasil Panen Melimpah

Selama ini, warga mengistilahkan kopi lanang dengan sebutan Joko Untung dan kopi wadon dikenal Sri Dompol.

Tradisi Manten Kopi di Perkebunan Kopi Karanganyar Blitar, Wujud Syukur Hasil Panen Melimpah
surya/samsul hadi
Arak-arakan warga membawa kopi lanang dan kopi wadon menuju ke pabrik pengolahan dalam acara Manten Kopi di Perkebunan Kopi Karanganyar, Sabtu (7/7/2018). 

Perkebunan Kopi Karanganyar sendiri didirikan Kolonial Belanda dua abad lalu atau pada 1874 silam.

Ketika memasuki masa Kemerdekaan, perkebunan kopi tersebut diambil alih pemerintah Indonesia.

Kemudian, oleh pemerintah Indonesia perkebunan kopi itu dikelolakan ke swasta pribumi.

Luas lahan perkebunan itu sekitar 250 hektare, 20 hektare di antaranya digunakan sebagai bangunan kantor dan permukiman di lingkungan perkebunan.

Dari luas lahan itu, saat ini, hasil panen kopi tiap tahun sekitar 60 ton sampai 100 ton.

Hasil panen itu jauh dibandingkan puluhan tahun lalu yang mencapai ribuan ton per tahun.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help