Berita Surabaya

Polda Jatim Tangkap 3 Jambret di Kab Pasuruan, Kab Blitar, dan Sidoarjo, Pimpinan Mereka kini Buron

Selama aksinya, pelaku bergantian mengendarai motor dan mencari sasaran di pinggir jalan raya untuk dijambret perhiasan dan barang bawaannya.

Polda Jatim Tangkap 3 Jambret di Kab Pasuruan, Kab Blitar, dan Sidoarjo, Pimpinan Mereka kini Buron
surya/pipit maulidiya
Polisi merilis hasil tangkapan berikut barang bukti di tiga daerah Pasuruan, Blitar, dan Sidoarjo di Mapolda Jatim, Senin (9/7/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Polda Jatim merilis tiga pelaku tindak pencurian dengan kekerasan, Senin (9/7/2018). Tiga pelaku berkomplot menjalankan aksinya di beberapa daerah sekaligus, yaitu Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Blitar, dan Sidoarjo.

Selama aksinya, pelaku bergantian mengendarai  motor dan mencari sasaran di pinggir jalan raya untuk dijambret perhiasan dan barang bawaannya. Bahkan merampok motor yang dikendarai korban.

"Pelaku pertama bertugas melakukan pencurian dan jambret. Sementara dua lainnya menghalangi korban dengan sepeda motor," ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Ambariyadi Wijaya saat rilis di Mapolda Jatim, Senin (9/7/2018).

Tiga pelaku yakni Ade Candra asal Pasuruan, Erditya Anggun Sahara asal Wlingi Blitar, dan HBW yang masih berusia di bawah umur.

Masih ada pelaku lainnya Unyil, pimpinan komplotan yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO).

Mereka mengaku aksi kejahatan ini sudah berlangsung selama lima bulan, mulai November 2017 hingga Maret 2018.

Penangkapan tiga pelaku diawali saat polisi menangkap Ade Candra pada 8 Maret. Dari penangkapan itu terungkap pelaku lain dan beberapa barang bukti.

Saat menangkap tiga pelaku, polisi mengamankan beberapa barang bukti di antaranya 10 sepeda motor yang dirampas, tiga buah ATM, dua perhiasan emas, dua handphone, STNK motor, dompet, dan kartu identitas pelaku serta satu alat pengisap sabu atau bong.

Polisi meyakini komplotan ini menggunakan uang hasil rampasannya untuk membeli narkoba dan berpesta narkoba.

"Kita dapati ada alat penghisap sabu. Digunakan mereka sehari-hari untuk pesta narkoba," kata Ambariyadi.

Atas kejahatan yang mereka lakukan, masing-masing dijerat pasal 368 atau Pasal 365 KUHP terkait tindak pidana pemerasan atau perampasan atau pencurian dengan kekerasan. 

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help