Citizen Reporter

Ini Cara Mudah Keliling India dan Everest

Pesan saja kereta api lokal India melalui website untuk berkeliling Istana Hawa Mahal, Jaipur, dan mengunjungi Agra, tempat Taj Mahal berada.

Ini Cara Mudah Keliling India dan Everest
ist

Berjalan-jalan keliling dunia menjadi impian banyak orang. Masalahnya, tidak semua orang bisa mewujudkan keinginan itu. Selain akses mendapatkan tiket pesawat yang cenderung mahal dan ketakutan dengan negara lain yang dianggap lebih maju dari negara sendiri, kadang bisa membuat orang-orang keder duluan sebelum terbang ke negeri orang.

Akan tetapi, kendala-kendala itu tidak berlaku bagi orang-orang yang tergabung dalam komunitas Backpacker Dunia (BD) Malang. Semua tantangan itu malah dijadikan semangat bagi mereka untuk melangkah ke negara yang lebih jauh.

Komunitas yang terdiri dari para pecinta jalan-jalan ke luar negeri itu sering mengadakan acara sharing bareng. Kadang-kadang dibagi info tentang tiket pesawat yang lagi promo, hotel-hotel yang murah, transportasi yang mudah, sharing itinerary perjalanan agar tidak tersasar, serta tips untuk mengujungi suatu tempat.

Itu seperti yang dilakukan dalam gathering, Minggu (1/7/2018) yang membahas perjalanan ke India dan Nepal. Ihda Khairunnisa, salah satu anggota BD Malang asal Pakis berbagi pengalaman selama tujuh hari di India, lebaran kemarin. Istana Hawa Mahal, berkeliling Jaipur, dan mengunjungi Agra, tempat Taj Mahal berada. Ihda menggunakan kereta api lokal yang dipesan melalui website.

"Saat naik taksi, aku tiba-tiba diajak ke tempat suvenir yang harganya mahal-mahal. Di tempat itu orangnya suka maksa," kenangnya. Meskipun mengalami hal buruk, Ihda tidak kapok dan masih suka sama India.

“Seru. Yang penting, kita harus berani dan pinter, agar tidak mudah tertipu," tukas wanita yang ke India bersama suaminya itu.

Selain India, kisah tentang pegunungan Everest di Nepal yang beberapa bulan lalu didaki Mega Hendrawan juga menyenangkan. Mega harus menghadapi cuaca ekstrem yang sangat dingin dan kondisi jalan yang menanjak.

"Saya sampai harus memakai baju berlapis-lapis. Temanku cuma sampai pos bawah. Saya sampai di pos tengah. Sebenarnya kurang sedikit lagi, tetapi waktunya tidak cukup. Itu pos terakhir sebelum sampai puncak Everest," ceritanya dengan penuh semangat.

Ketika mendaki, kadang timbul rasa putus asa, menyerah karena tidak segera sampai tujuan. Meskipun tidak sampai puncak, ada perasaan puas arena selain bisa menaklukkan gunung tertinggi di dunia, dia juga bisa menaklukkan ego yang ada dalam dirinya.

"Mungkin karena umur saya yang sudah setengah abad ini sehingga tidak mampu buat naik ke puncak Everest. Kalian anak-anak muda di sini, saya yakin kalian bisa sampai ke puncak itu," pesan Mega yang masih penasaran ingin sampai ke puncak Everest dan bercita-cita ke sana lagi.

Halaman
12
Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved